Edy Syafrudin Nahkodai KKI Bandung Barat 2026–2030, Pelantikan Jadi Momentum Kebangkitan Karate dan Pembinaan Atlet Berprestasi

BANDUNG BARAT | WarnaJembar.com — Pelantikan pengurus Kushin Ryu M Karate-Do Indonesia (KKI) Cabang Kabupaten Bandung Barat masa bakti 2026–2030 menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan olahraga karate sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan dan karakter kepada generasi muda.


Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 10 Oktober 2026, di Gedung B, Ballroom Lantai 4, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung Barat tersebut menandai dimulainya tanggung jawab baru jajaran pengurus dalam membawa organisasi semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet potensial.

Di bawah kepemimpinan Edy Syafrudin sebagai Ketua Umum KKI Kabupaten Bandung Barat, sejumlah agenda telah disiapkan. Mulai dari peningkatan kualitas pelatih, pembinaan atlet secara berjenjang, hingga rencana penambahan enam dojo untuk memperluas jangkauan latihan di 16 kecamatan.

Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum KKI Jawa Barat, Asep Dedi Setiawan, dan dihadiri Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, yang mewakili Bupati Jeje Ritchie Ismail, beserta keluarga besar KKI dan para karateka dari berbagai kelompok usia.

Edy Syafrudin: Karakter Harus Dibangun Sebelum Prestasi

Ketua Umum KKI Kabupaten Bandung Barat, Edy Syafrudin, menegaskan bahwa kepemimpinannya akan diarahkan pada penguatan fondasi organisasi dan pembinaan yang berkelanjutan.

Baginya, keberhasilan sebuah perguruan karate tidak cukup diukur dari banyaknya atlet yang mengikuti pertandingan atau medali yang berhasil diraih. Hal mendasar yang harus diperhatikan adalah bagaimana proses latihan mampu membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi sportivitas.

Edy menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar KKI, para senior, dan pemerintah daerah atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menilai amanah tersebut merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab yang harus dijalankan melalui program nyata.

“Yang pertama harus kita benahi adalah disiplin dan pendidikan karakter. Ketika karakter atlet sudah terbentuk, kemudian kemampuan dan kualitas latihannya terus ditingkatkan, kita berharap prestasi juga bisa mengikuti,” ungkap Edy.

Menurutnya, pembinaan akan dimulai dari tingkat dojo sebagai tempat para karateka mengembangkan kemampuan dasar. Setelah itu, atlet yang memiliki potensi akan dipersiapkan melalui latihan terarah dan seleksi sesuai kebutuhan kompetisi.

Baca Juga:  Bentuk Wujud Solidaritas PC FSP KEP SPSI Turut Aksi Koalisi 6 Serikat Turunkan Perwakilan PUK di PT. Namasindo     

Target jangka panjangnya adalah menjadikan KKI Bandung Barat sebagai organisasi yang mampu berkontribusi dalam persaingan olahraga karate, baik di tingkat daerah, provinsi, maupun nasional.

Sepuluh Dojo Menjadi Modal, Enam Dojo Baru Masuk Target

Salah satu agenda yang menjadi perhatian kepengurusan baru adalah memperluas akses masyarakat terhadap pembinaan karate.

Edy mengungkapkan bahwa saat ini KKI Bandung Barat memiliki 10 dojo. Jumlah tersebut akan dievaluasi sebagai dasar pengembangan organisasi, mengingat Kabupaten Bandung Barat memiliki 16 kecamatan.

KKI menargetkan penambahan enam dojo baru. Namun, rencana tersebut tidak akan dilakukan secara terburu-buru. Pengurus terlebih dahulu akan melakukan inventarisasi dan pemetaan wilayah untuk mengetahui kesiapan setiap kecamatan dalam mendirikan tempat latihan.

Ketersediaan calon peserta, tenaga pelatih, dan dukungan lingkungan menjadi faktor yang perlu diperhatikan agar dojo yang dibentuk dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Harapan kami, pembinaan KKI bisa semakin luas dan menjangkau setiap kecamatan. Karena itu, kami akan mendata terlebih dahulu wilayah mana yang memungkinkan untuk dibentuk dojo baru,” jelasnya.

Perluasan tersebut diharapkan menjadi jalan untuk memperkenalkan olahraga karate kepada lebih banyak anak dan remaja. Dengan akses latihan yang semakin terbuka, proses penjaringan bibit atlet pun diharapkan dapat berlangsung lebih merata.

Kualitas Pelatih Menjadi Pekerjaan Rumah Organisasi

Selain menambah dojo, Edy menempatkan peningkatan kompetensi pelatih sebagai salah satu prioritas utama.

Menurutnya, atlet berkualitas membutuhkan proses latihan yang benar, terstruktur, dan didampingi pelatih yang memahami teknik serta metode pembinaan secara memadai.

Untuk itu, KKI Bandung Barat berencana melakukan pendataan tingkatan sabuk para karateka di setiap dojo. Data tersebut akan digunakan untuk memetakan calon peserta yang berpotensi melanjutkan pembinaan menuju tingkatan sabuk hitam dan mengikuti pendidikan atau pelatihan sesuai persyaratan yang berlaku.

Baca Juga:  Redaksi Media Warnajembar.com Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2026 

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan pelatih yang kompeten di masa mendatang.

Edy juga mengajak seluruh ketua dojo dan jajaran pengurus agar tidak hanya berfokus pada kegiatan organisasi, tetapi turut memastikan latihan rutin dan pembinaan atlet berjalan secara konsisten.

Ia menyadari bahwa peningkatan kualitas tidak dapat dicapai dalam waktu singkat. Diperlukan kesabaran, kedisiplinan, dan kerja sama seluruh unsur agar program periode 2026–2030 dapat terlaksana dengan baik.

Wakil Bupati Soroti Disiplin dan Penghargaan terhadap Waktu

Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, mengapresiasi pelaksanaan pelantikan yang dinilainya mencerminkan pentingnya menghargai waktu dan menjalankan kegiatan sesuai jadwal.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa disiplin merupakan salah satu nilai yang harus terus ditanamkan, baik dalam organisasi olahraga maupun kehidupan sehari-hari.

“Kedisiplinan dan menghargai waktu merupakan kunci utama kesuksesan,” tegas Asep.

Ia juga mengaku bangga melihat keterlibatan karate dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pembinaan sejak usia sekolah dapat menjadi sarana positif untuk menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan ketangguhan.

Asep berharap KKI Bandung Barat mampu berkembang menjadi organisasi yang konsisten membina atlet sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan prestasi olahraga daerah.

Ia menambahkan bahwa koordinasi antara pemerintah daerah dan berbagai cabang olahraga perlu terus diperkuat. Melalui komunikasi yang baik, kebutuhan dan kendala yang dihadapi masing-masing cabang olahraga dapat dibahas bersama untuk mencari solusi yang memungkinkan.

Dukungan tersebut menjadi penting agar program pembinaan tidak berhenti pada perencanaan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kegiatan nyata di lapangan.

Ketua KKI Jawa Barat Dorong Pembinaan Berkelanjutan

Ketua Umum KKI Jawa Barat, Asep Dedi Setiawan, turut menekankan pentingnya penguatan organisasi dan kesinambungan pembinaan atlet di setiap kabupaten dan kota.

Baca Juga:  Peluang Futures Kripto di Indonesia Masih Besar, Bittime Tekankan Pentingnya Edukasi

Ia menjelaskan bahwa KKI Jawa Barat terus mengembangkan kegiatan organisasi, termasuk Ujian Kenaikan Tingkat (UKT), pembinaan teknik, serta peningkatan kapasitas pelatih.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan regenerasi karateka dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan KKI.

Menurut Asep Dedi, monitoring dan pembinaan ke berbagai daerah perlu dilakukan secara konsisten. Keberadaan organisasi di tingkat kabupaten dan kota harus diikuti dengan aktivitas latihan, pendidikan, dan pengembangan kemampuan atlet yang terukur.

Ia berharap KKI Bandung Barat dapat memanfaatkan momentum pergantian kepengurusan untuk memperkuat pembinaan di tingkat bawah, sehingga atlet memiliki kesempatan berkembang dan berpartisipasi dalam kompetisi sesuai tingkat kemampuannya.

Selain pembinaan atlet, ia juga menyoroti pentingnya kemandirian organisasi dan dukungan sarana olahraga. Fasilitas yang memadai diharapkan dapat membantu berbagai cabang olahraga memiliki ruang untuk berlatih, menyelenggarakan kegiatan, dan mengembangkan potensi atlet daerah.

Menuju 2030, Pembuktian Ada di Lapangan

Kepengurusan KKI Kabupaten Bandung Barat periode 2026–2030 kini dihadapkan pada pekerjaan yang membutuhkan konsistensi dan keterlibatan seluruh anggota.

Target penambahan dojo, peningkatan kualitas pelatih, serta pengembangan atlet potensial merupakan langkah yang perlu ditindaklanjuti melalui program terukur dan evaluasi berkala.

Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap rencana benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para karateka, terutama anak-anak dan remaja yang menjadi bagian penting dari regenerasi atlet.

Dukungan pemerintah daerah, orang tua, pelatih, pengurus dojo, dan masyarakat juga menjadi unsur penting dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang sehat.

Dengan mengedepankan disiplin, karakter, dan latihan berkelanjutan, KKI Bandung Barat diharapkan mampu memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga karate sekaligus meningkatkan peluang lahirnya atlet yang berprestasi.

Pelantikan telah menjadi langkah awal. Kini, konsistensi program, kualitas pembinaan, dan hasil nyata di arena pertandingan akan menjadi bagian penting dalam perjalanan KKI Bandung Barat menuju target 2030 (*red)

Tinggalkan Balasan