Bandung Barat – WarnaJembar.com // Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terus memperkuat langkah menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah Amanah yang digelar pada Senin, 24 Agustus 2026, di Lapangan CV Cahaya Gumilang, Kampung Babakan Cinta, Desa Pasirhalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), sekaligus rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Milangkala Desa Pasirhalang ke-156.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan melibatkan Badan Pangan Nasional bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat serta Bank Indonesia.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dalam sambutannya yang di wakili oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, DR.H.M. Lukmanul Hakim menyampaikan bahwa pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama.
Kondisi Bandung Barat yang memiliki wilayah cukup luas, 16 kecamatan dan 165 desa dengan jumlah penduduk sekitar 1,85 juta jiwa, membuat persoalan ketersediaan pangan harus mendapatkan perhatian serius dan berkelanjutan.
Menurutnya, masyarakat harus memperoleh pangan yang cukup, aman, bermutu, beragam, merata dan terjangkau. Karena itu, berbagai program yang mampu menjaga stabilitas pasokan sekaligus menekan gejolak harga pangan menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Gerakan Pangan Murah Amanah juga menjadi langkah antisipatif menghadapi potensi kenaikan harga sejumlah komoditas strategis. Beras, cabai rawit, cabai keriting, bawang merah dan telur ayam menjadi perhatian karena komoditas tersebut berpengaruh terhadap dinamika harga pangan dan inflasi.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Sebanyak 11 komoditas pangan disediakan, meliputi beras, minyak, gula, telur, daging sapi, daging ayam, cabai rawit, cabai keriting, bawang merah dan bawang putih.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat turut mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap gerakan pangan murah.
Program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada konsumen, tetapi juga membantu mengurangi kesenjangan harga antara produsen dan konsumen.
Melalui Gerakan Pangan Murah Amanah, pemerintah menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, terutama dalam memastikan kebutuhan pangan berkualitas dapat diperoleh dengan harga yang lebih bersahabat.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan pangan Bandung Barat yang kuat, menjaga stabilitas harga, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat dari dampak gejolak harga bahan pangan. (An/Red)






