Ngamprah – Warna Jembar.com // Suasana penuh khidmat dan kebersamaan mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Lintang Astha, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Agung Lintang Astha, Komplek Lintang Astha RT 01/RW 07, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, tersebut menjadi ajang untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus mengingat kembali perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW.
Peringatan Maulid Nabi ini dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga selesai. Sejumlah jamaah dan masyarakat hadir mengikuti rangkaian kegiatan yang diisi dengan siraman rohani dari dua penceramah, yakni Ustaz Purnama dari Ngamprah Landeuh dan Ustaz Dudin Badrudin, M.Pd., Pengasuh Ponpes Abulyatama Garut.
Melalui kegiatan tersebut, jamaah diajak tidak hanya mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga memahami serta mengamalkan nilai-nilai yang diwariskan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Keteladanan Rasulullah dalam membangun persaudaraan, menjaga hubungan antarsesama, memiliki kepedulian sosial serta menjunjung tinggi akhlak menjadi pesan penting yang diharapkan dapat terus diterapkan oleh masyarakat.
Pimpinan Lintang Astha: Jadikan Maulid sebagai Momentum Memperbaiki Diri
Pimpinan Lintang Astha, drh. H. Muhammad Burhan, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut.
Menurutnya, Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi umat Islam untuk semakin mengenal, mencintai dan meneladani Rasulullah SAW.
“Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan untuk berkumpul dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Mudah-mudahan kegiatan ini membawa keberkahan dan semakin menumbuhkan kecintaan kita kepada Rasulullah,” ujar drh. H. Muhammad Burhan.
Ia menegaskan, salah satu pesan penting dari peringatan Maulid Nabi adalah bagaimana masyarakat mampu menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan nyata.
“Rasulullah telah memberikan contoh bagaimana membangun persaudaraan, menghormati sesama, membantu yang membutuhkan dan menjaga hubungan baik di tengah masyarakat. Mudah-mudahan nilai-nilai tersebut dapat kita terapkan bersama,” tuturnya.
Drh. H. Muhammad Burhan juga berharap Masjid Agung Lintang Astha dapat terus berkembang sebagai pusat ibadah sekaligus ruang kebersamaan masyarakat.
“Masjid bukan hanya tempat untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga dapat menjadi tempat mempererat silaturahmi, menambah ilmu agama dan melahirkan berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai sarana introspeksi dan meningkatkan kualitas keimanan serta akhlak.
“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperbaiki diri, mempererat persaudaraan dan terus berusaha mengikuti keteladanan Rasulullah SAW. Semoga kita semua senantiasa mendapatkan keberkahan dan syafaat beliau,” pungkasnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Agung Lintang Astha pun diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial masyarakat, sekaligus menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. ( An/ Red)






