Kemarau Makin Terasa, BPBD KBB Distribusikan 523 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Kecamatan

Bandung Barat| WarnaJembar.com // Kemarau yang masih berlangsung mulai memberikan dampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB pun terus memperkuat langkah penanganan dengan mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kepala Bidang BPBD KBB, Yoga Ali Imbran, mengatakan hingga 18 September 2026, distribusi air bersih telah mencapai sekitar 523.000 liter. Bantuan tersebut disalurkan ke wilayah yang tersebar di 10 kecamatan dan kurang lebih 50 desa, dengan jumlah masyarakat yang terdampak mencapai sekitar 32.132 jiwa.


Menurut Yoga, kekurangan air terjadi pada sejumlah titik yang memiliki keterbatasan sumber air maupun wilayah yang cukup jauh dari sumber pasokan. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat membutuhkan bantuan distribusi air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Untuk pengajuan air bersih ada sekitar 10 kecamatan, kurang lebih 50 desa. Sampai tanggal 18 September, kita sudah mendistribusikan sekitar 523 ribu liter air kepada masyarakat,” ungkap Yoga.

Untuk memastikan pasokan air tetap tersedia, BPBD KBB melakukan koordinasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Perumda Tirta Raharja dan Perumda Wibawa Mukti. Sumber air yang tersedia kemudian dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah yang mengalami kekurangan.

Yoga menjelaskan bahwa distribusi air bersih tidak berhenti pada satu kali pengiriman. Permintaan dari masyarakat terus masuk dan BPBD melakukan penyaluran secara rutin sesuai kebutuhan serta kondisi di lapangan.

“Setiap hari ada permintaan dan setiap hari juga kita melakukan pendistribusian kepada wilayah yang mengalami kekurangan air,” ujarnya.

Batujajar dan Cipatat Paling Sering Mengajukan

Dari pemantauan BPBD KBB, wilayah Kecamatan Batujajar dan Cipatat termasuk daerah yang cukup sering mengajukan bantuan air bersih.

Baca Juga:  KNPI Bandung Barat Dorong Pemuda Jadi Pelopor Persatuan dan Pembangunan Daerah

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kebutuhan air merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus tetap terpenuhi, khususnya ketika sumber air warga mulai mengalami penurunan akibat kemarau.

Dalam pelaksanaannya, BPBD tidak semata-mata melihat jumlah wilayah yang mengajukan, tetapi juga mempertimbangkan tingkat kebutuhan masyarakat di masing-masing lokasi.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan air dapat mengajukan permohonan melalui RT/RW, kemudian diteruskan kepada pemerintah desa dan kecamatan. Setelah itu, pengajuan disampaikan kepada BPBD untuk ditindaklanjuti berdasarkan kondisi dan tingkat urgensi di lapangan.

“Pengajuannya melalui RT/RW, kemudian desa dan kecamatan. Dari situ kita melihat wilayah mana saja yang mengalami kekurangan air,” jelas Yoga.

Warga Diminta Tidak Boros Menggunakan Air

Di tengah kondisi kemarau yang belum sepenuhnya berakhir, BPBD KBB mengajak masyarakat untuk ikut berperan menjaga ketersediaan air.

Yoga mengimbau warga agar air bersih digunakan secara hemat, bijak, dan diprioritaskan untuk kebutuhan pokok. Terlebih, bantuan air yang didistribusikan pemerintah harus dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Harapan kami, masyarakat bisa hemat dalam menggunakan air bersih. Jangan sampai air yang sudah didistribusikan digunakan untuk hal-hal yang tidak menjadi kebutuhan utama,” katanya.

BPBD KBB juga berharap kondisi kemarau tidak berlangsung terlalu lama hingga memasuki bulan Oktober. Sebab, semakin panjang musim kemarau, semakin besar pula potensi bertambahnya wilayah yang mengalami kesulitan air bersih.

Karena itu, masyarakat diminta tidak menunggu sampai kondisi semakin krusial. Apabila sumber air mulai berkurang atau tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga dapat segera berkoordinasi dengan RT/RW, pemerintah desa, dan kecamatan untuk mendapatkan penanganan sesuai mekanisme yang berlaku.

BPBD KBB memastikan pemantauan dan distribusi air bersih akan terus dilakukan selama masih terdapat masyarakat yang membutuhkan, sembari mengajak seluruh warga bersama-sama menghemat air sebagai langkah menghadapi kemungkinan kemarau berkepanjangan.( An/Red)

Tinggalkan Balasan