DARI BANDUNG BARAT KE DUNIA: TITA ROSWATI FERRARI DORONG PRODUK UMKM LOKAL MENEMBUS PASAR DUBAI DAN EROPA

Bandung Barat, Warna Jembar.com//  Membawa nama Kabupaten Bandung Barat ke jejaring bisnis internasional menjadi salah satu langkah yang terus dilakukan Tita Roswati Ferarri, pengusaha perempuan asal Kabupaten Bandung Barat sekaligus Komtap Pariwisata dan Perdagangan Internasional Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bandung Barat.

Pengusaha Perempuan Bandung Barat Perkenalkan Kopi, Brown Sugar, Craft dan Produk Unggulan Petani Lokal dalam Welcome Ceremony Delegasi Dubai di Dusun Bambu


Melalui jaringan bisnis dan hubungan internasional yang dibangunnya, Tita tidak hanya aktif dalam pengembangan sektor pariwisata dan business networking, tetapi juga berupaya membuka akses pasar internasional bagi produk UMKM, hasil perkebunan, produk kreatif, serta komoditas yang dihasilkan masyarakat Kabupaten Bandung Barat.

Upaya tersebut kembali terlihat dalam Welcome Ceremony Delegasi Dubai di Dusun Bambu Lembang, yang merupakan bagian dari rangkaian Business Matching & Fam Trip Dubai–Indonesia.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Tita untuk memperkenalkan secara langsung berbagai potensi produk lokal Bandung Barat kepada para pelaku industri travel, pariwisata, penerbangan, dan media dari Dubai.

Mengenalkan Produk Bandung Barat kepada Pasar Internasional

Sejumlah produk yang diperkenalkan antara lain brown sugar, gula merah cair, brewed coffee, green bean, produk craft dan kerajinan, serta berbagai produk UMKM lainnya.

Salah satu potensi yang mendapat perhatian adalah produk kopi Bandung Barat, baik kopi Robusta maupun Arabika yang dihasilkan oleh para petani lokal.

Di antaranya terdapat potensi Kopi Burangrang serta Kopi Tutug dari kawasan Gunung Halu, yang tidak hanya memiliki nilai komoditas, tetapi juga membawa cerita mengenai perkebunan dan kehidupan para petani Bandung Barat.

Bagi Tita, setiap produk lokal memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi bagian dari rantai ekonomi pariwisata sekaligus perdagangan internasional.

“Saya ingin ketika orang mengenal Bandung Barat, mereka tidak hanya mengenal destinasi wisatanya. Mereka juga mengenal produk yang dihasilkan oleh masyarakat kita kopi, gula, craft dan produk UMKM lainnya. Karena di balik setiap produk itu ada petani, ada pelaku UMKM, ada keluarga yang menggantungkan ekonominya,” ujar Tita Roswati Ferarri.

Baca Juga:  Kedutaan Besar India di Jakarta Peringati Hari Republik India ke-77

Upaya tersebut juga mendapat dukungan dari Komtap UMKM KADIN Kabupaten Bandung Barat, Ibu Nia Kurniasih, yang turut berperan dalam mendorong pengembangan dan penguatan pelaku UMKM di Kabupaten Bandung Barat.

Sinergi antara Komtap Pariwisata dan Perdagangan Internasional dengan Komtap UMKM KADIN KBB menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem yang menghubungkan produk lokal dengan peluang pasar yang lebih luas.

Membuka Jalan ke Dubai, Arab Saudi hingga Eropa

Upaya memperkenalkan produk Bandung Barat ke pasar internasional bukan dilakukan Tita hanya dalam satu kesempatan.

Dalam sejumlah perjalanan bisnis ke berbagai negara, Tita aktif melakukan market exploration dan penjajakan jaringan perdagangan untuk memahami produk seperti apa yang memiliki peluang diterima oleh pasar internasional.

Tita juga melakukan kunjungan dan komunikasi dengan sejumlah lembaga perdagangan Indonesia di luar negeri, termasuk ITPC Jeddah (Indonesian Trade Promotion Center Jeddah) dan ITPC Dubai (Indonesian Trade Promotion Center Dubai), serta melakukan kunjungan ke House of Amsterdam di Amsterdam.

Kunjungan-kunjungan tersebut menjadi bagian dari upayanya memahami karakter pasar Arab Saudi, Dubai, dan Eropa, sekaligus memperkenalkan potensi produk Bandung Barat kepada jejaring bisnis internasional.

Menurutnya, membawa produk UMKM ke pasar internasional membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan produksi. Pelaku usaha juga perlu memahami standar kualitas, kemasan, harga, kontinuitas pasokan, preferensi konsumen, serta karakteristik pasar tujuan.

Karena itu, Tita berupaya memetakan produk-produk Bandung Barat yang memiliki peluang untuk dikembangkan dan dipasarkan di masing-masing negara.

Kopi Petani Bandung Barat sebagai Potensi Ekspor

Sektor kopi menjadi salah satu perhatian Tita dalam upayanya menghubungkan produk lokal dengan pasar global.

Kopi Robusta dan Arabika Bandung Barat memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh karena berasal dari kawasan perkebunan masyarakat dengan karakter geografis dan cerita produk yang kuat.

Kopi Burangrang dan Kopi Tutug Gunung Halu menjadi contoh produk yang menurut Tita perlu mendapatkan ruang lebih besar untuk diperkenalkan kepada pasar luar negeri.

Bukan hanya dalam bentuk green bean, tetapi juga melalui pengembangan branding, packaging, storytelling, dan nilai tambah produk sehingga mampu bersaing di pasar internasional.

Baca Juga:  Pemdes Jayamekar Rampungkan Pembangunan Rabat Beton Jalan Desa 2025

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak lebih besar kepada petani, karena semakin luas akses pasar, semakin besar pula peluang peningkatan nilai ekonomi komoditas lokal.

KADIN Kabupaten Bandung Barat dan Peran Ketua KADIN

Langkah tersebut juga sejalan dengan peran Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bandung Barat dalam mendorong penguatan jejaring dunia usaha dan membuka peluang kerja sama perdagangan serta investasi.

Di bawah kepemimpinan Dr. H. Syamsul Maarief, M.Pd.I., selaku Ketua KADIN Kabupaten Bandung Barat, KADIN KBB terus mendorong keterlibatan dunia usaha daerah dalam jejaring bisnis yang lebih luas.

Dalam konteks kegiatan Dubai Indonesia, posisi Tita sebagai Komtap Pariwisata dan Perdagangan Internasional KADIN Kabupaten Bandung Barat menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara pelaku usaha daerah dengan mitra internasional.

Sementara itu, dukungan Komtap UMKM KADIN Kabupaten Bandung Barat, Ibu Nia Kurniasih, memperkuat sisi pemberdayaan dan pengembangan pelaku UMKM agar produk lokal memiliki kesiapan yang lebih baik untuk diperkenalkan ke pasar yang lebih luas.

Dengan demikian, pengembangan potensi daerah melalui KADIN tidak hanya diarahkan pada sektor pariwisata, tetapi juga mencakup perdagangan, investasi, UMKM, produk kreatif, hospitality, pertanian, perkebunan, dan berbagai komoditas unggulan daerah.

Welcome Ceremony Menjadi Jembatan Awal

Welcome Ceremony di Dusun Bambu Lembang turut dihadiri oleh Bupati Kabupaten Bandung Barat, Bapak Jeje Ritchie Ismail, perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat (Disparbud Jabar), Ketua KADIN Kabupaten Bandung Barat Dr. H. Syamsul Maarief, M.Pd.I., serta Ketua PHRI Kabupaten Bandung Barat Bapak Eko Suprianto, yang juga merupakan Owner Grafika Cikole Lembang.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Business Matching & Fam Trip Dubai–Indonesia yang dilaksanakan oleh KADIN Kabupaten Bandung Barat bersama PHRI Kabupaten Bandung Barat, dengan dukungan berbagai stakeholder terkait.

Kehadiran delegasi Dubai memberikan kesempatan bagi Bandung Barat untuk memperkenalkan bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga potensi ekonomi masyarakat dan produk lokal.

Baca Juga:  Ribuan Warga Parongpong Padati Jalan Nasional Hingga Lalin Lumpuh Beberapa Kilo Meter

Delegasi Dubai yang hadir terdiri dari:

Mr. Jayantha Abeysinghe — Regional Manager Middle East, SriLankan Airlines

Mr. V Jayaram — Managing Director, Sharaf Travels

Mr. Kumar Jagadeesan — General Manager, ANTA

Mr. Mehboob Rehman — Head of Leisure, ITL Travels

Mr. Asim Arshad — CEO, Orient Travels

Mr. Dhaundiyal Anshuman — Manager Holidays, Rayna Travels

Mr. Godfrey Lopez — Manager Operations, Uranus Travels

Mr. Muhammad Faizan — Business Development Manager, Vista Maritime Travel Tourism

Mrs. Puyod Ma Caridad — Senior Journalist, Gulf Today

Delegasi tersebut turut didampingi oleh Mr. Yudha Rahma Dhani, Indonesian Consulate Staff KJRI Dubai.

Dari UMKM Lokal Menuju Pasar Global

Bagi Tita Roswati Ferarri, memperkenalkan produk Bandung Barat ke dunia internasional merupakan bagian dari upaya membangun jembatan antara potensi lokal dan peluang global.

Menurutnya, keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan yang datang, tetapi juga dari seberapa besar manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.

Wisatawan yang datang ke Bandung Barat diharapkan tidak hanya menikmati destinasi, tetapi juga mengenal dan menggunakan produk lokal mulai dari kopi, gula, craft, kuliner, hingga berbagai produk UMKM.

“Kita ingin membangun ekosistem. Wisatawan datang, destinasi kita berkembang, hotel dan restoran bergerak, tetapi UMKM dan petani juga harus mendapatkan manfaat. Kalau produk kita bisa masuk ke Dubai, Arab Saudi atau Eropa, maka yang kita bawa bukan hanya barang, tetapi juga nama Bandung Barat dan cerita masyarakat kita,” tutur Tita.

Melalui sinergi antara KADIN Kabupaten Bandung Barat, Komtap Pariwisata dan Perdagangan Internasional, Komtap UMKM, pemerintah daerah, pelaku pariwisata, dan dunia usaha, Tita berharap semakin banyak produk Bandung Barat yang memiliki kesiapan untuk memasuki pasar internasional dan semakin banyak pelaku UMKM serta petani yang memperoleh kesempatan untuk berkembang.

Dari Bandung Barat, membangun koneksi ke Dubai, Arab Saudi hingga Eropa membawa produk lokal, membuka jejaring global, dan menciptakan peluang baru bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan