Data Desil Bermasalah, Kades Tanimulya Desak Pemerintah Bergerak: Warga Meninggal Masih Tercatat!

TANIMULYA – Warna Jembar.com // Akurasi data desil masyarakat kembali menjadi perhatian. Kepala Desa Tanimulya, Omin Effendi, S.Sos., meminta dinas terkait segera melakukan evaluasi dan pembaruan data yang dinilai belum sepenuhnya menggambarkan kondisi masyarakat saat ini.

Menurut Omin, masih terdapat sejumlah data yang diduga sudah tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah masih tercantumnya nama warga yang telah meninggal dunia maupun warga yang sudah pindah domisili.


Temuan tersebut dinilai menunjukkan bahwa pemutakhiran data perlu dilakukan secara lebih serius. Jangan sampai data yang sudah lama digunakan kembali menjadi dasar dalam menentukan kondisi kesejahteraan masyarakat maupun sasaran program bantuan pemerintah.

“Kami meminta kepada dinas terkait agar data desil ini benar-benar diperhatikan dan diperbaiki. Jangan sampai data yang digunakan masih merupakan data lama, sementara kondisi masyarakat sudah banyak mengalami perubahan. Kami menemukan adanya nama warga yang sudah meninggal dan sudah pindah, tetapi masih tercantum dalam data,” ujar Omin.

Ia menjelaskan, kondisi sosial dan ekonomi masyarakat tidak bersifat tetap. Perubahan pekerjaan, pendapatan, jumlah tanggungan keluarga maupun kondisi kehidupan lainnya dapat terjadi kapan saja. Karena itu, data masyarakat juga harus mengikuti perubahan tersebut.

Omin juga menerima adanya keluhan warga terkait tingkatan desil yang mereka peroleh. Sebagian masyarakat merasa kondisi ekonominya tidak tercermin dalam data yang ada.

Menurutnya, persoalan tersebut berpotensi menimbulkan rasa kecewa dan kecemburuan di tengah masyarakat apabila tidak segera ditangani secara terbuka dan objektif.

“Kami tidak ingin ada kesan pilih kasih. Yang kami harapkan adalah data yang benar-benar valid dan sesuai dengan kondisi masyarakat. Kalau memang ada perubahan, harus segera diperbarui melalui mekanisme yang berlaku,” tegasnya.

Baca Juga:  Ribuan Warga Saksikan Peluncuran Bupati dan Wakil Bupati yang di Gelar Oleh KPU KBB

Ia meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan data administrasi yang sudah tersedia, tetapi juga melakukan verifikasi dan validasi dengan melihat kondisi masyarakat secara langsung.

Pemerintah desa, kata Omin, siap dilibatkan dalam proses pemutakhiran tersebut. Sebab, perangkat desa merupakan pihak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan mengetahui berbagai perubahan yang terjadi di wilayahnya.

Data warga yang meninggal dunia, pindah domisili, maupun mengalami perubahan kondisi ekonomi dinilai perlu segera diperbaiki agar tidak terus terbawa dalam pendataan berikutnya.

“Desa siap berkoordinasi dan membantu proses verifikasi. Kami berharap persoalan ini segera ditindaklanjuti, karena jangan sampai kesalahan data justru berdampak kepada masyarakat yang memang membutuhkan perhatian pemerintah,” katanya.

Omin menegaskan, pembenahan data bukan hanya persoalan administrasi, tetapi menyangkut kepentingan masyarakat secara langsung. Data yang akurat menjadi salah satu kunci agar berbagai program pemerintah dapat diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

“Intinya, kami ingin data yang digunakan adalah data terbaru dan valid. Jangan sampai masyarakat yang seharusnya mendapatkan perhatian justru terlewat karena persoalan data. Kami siap membantu dinas terkait untuk melakukan verifikasi di lapangan,” pungkasnya.

Sorotan dari Pemerintah Desa Tanimulya tersebut diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Jangan sampai data lama terus digunakan untuk menentukan kondisi warga yang terus berubah. Jika ingin bantuan tepat sasaran, maka pembenahan data harus dilakukan terlebih dahulu.(An/Red)

Tinggalkan Balasan