Diduga Bancakan. Sepertinya Pembangunan Jalan Hot Mix di Desa Pangauban Tidak Sesuai Spek 

BANDUNG BARAT – warnajembar.com // Lagi – lagi masyarakat komplain terkait Pembangunan jalan Hot mix wilayah Desa Pangauban Kabupaten Bandung Barat (KBB) di RW 13. yang tidak sesuai dengan harapan warga.

Pembangunan Hot mix tersebut dengan anggaran Rp.98.000.000; panjang 237 meter Lebar 2,5 meter dan Tinggi 0,03 Cm di duga tidak sesuai karena menurut warga setelah di cek ternyata ketebalan Hot mix hanya 1 Cm bukan 3 Cm.

Sepertinya pekerjaan tidak melibatkan warga setempat melainkan di kerjakan oleh tenaga ahli beberapa orang dari luar Desa Pangauban.

Menurut narasumber via Telephon selulernya yang tidak mau di sebutkan namanya, anggaran yang di gunakan pembangunan Hot mix dari anggaran Bantuan Provinsi (Banprov) yang di kelola oleh pihak desa sendiri.

“Saya kan waktu pembangunan ada di lokasi, setelah beberapa bulan saya kembali lagi ke lokasi pembangunan Hot mix ternyata sudah bolong dan saya ukur ketebalannya ada 1 centi meter, seharusnya kan di spek tebalnya 3 centi meter, artinya pekerjaan diduga tidak sesuai spek,” terang warga yang tidak mau di sebutkan namanya.

Dengan adanya pembangunan Hot mix kurang lebih satu bulan tersebut akhirnya terjadi praduga oleh beberapa warga yang di anggap sisa anggaran pembelanjaan Hotmix menjadi Bancakan oleh pihak desa.

Apalagi mendengar selentingan dari beberapa pihak warga. Dari pengakuan staf desa yang membagikan anggaran tersebut sebesar Rp. 200.000; an kepada beberapa aparat desa dan kepada kepala desa dari anggaran Hotmix tersebut.

“Ia saya mendengar dari rekan bahwa dari sebagian anggaran pembangunan Hotmix oleh staf di bagikan ke beberapa aparat sebesar Rp. 200.000, termasuk jatah ke kepala desa tidak tahu berapa persen,” pungkasnya mengatakan via Telephon. (Red)

Baca Juga:  Bitcoin menguat lagi, bittime yang menekankan pendidikan investor

 

Tinggalkan Balasan