Tabligh Akbar Warnai Peresmian Masjid Al Lathif di Padalarang, Wakil Bupati KBB: Ini Amal Jariyah yang Luar Biasa

Bandung Barat – WarnaJembar.com // Tabligh Akbar sekaligus peresmian Masjid Al Lathif berlangsung khidmat di area parkir Rest Area Al Lathif, Blok Koneng, tepat di depan Stasiun Padalarang, Kamis (8/1/2025). Kegiatan tersebut disambut antusias oleh ratusan jamaah dari berbagai wilayah.

Acara dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bandung Barat H. Asep Ismail, para ulama dan habaib di antaranya KH. Ahmad Salimun Apip, Habib Zaky Alaydrus, KH. Acep Aminudin, KH. Rifat Aby Syahid, serta KH. Yusuf Abdul Qodir. Turut hadir unsur Forkopimcam Padalarang, mulai dari Camat Padalarang Agus Achmad Setiawan, Kapolsek Padalarang, Danramil, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam wawancaranya, Wakil Bupati Bandung Barat  H. Asep Ismail menyampaikan apresiasi tinggi kepada H. Mustofa bersama istri Hj. Euis dan keluarga yang telah membangun serta mewakafkan Masjid Al Lathif untuk kepentingan umat.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat dan mewakili Bupati Jeje Ritchie Ismail, kami sangat mengapresiasi dan merasa terharu. Wakaf masjid ini adalah amal jariyah yang luar biasa dan semoga diterima oleh Allah SWT,” ujarnya.

Menurutnya, lokasi Masjid Al Lathif yang berada di kawasan strategis, tepat di depan stasiun dan terminal bus, menjadikannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya para musafir dan wisatawan.

“Masjid ini akan menjadi tempat ibadah yang ramai dan bermanfaat, tidak hanya bagi warga sekitar, tetapi juga bagi para pelancong yang singgah di Padalarang,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Peresmian, KH. Yusuf Abdul Qodir, menjelaskan bahwa pembangunan Masjid Al Lathif memakan waktu sekitar empat hingga lima bulan, setelah melalui proses perizinan karena berada di jalur nasional dan dekat dengan fasilitas transportasi umum.

Baca Juga:  Desa GiriMukti KBB Salurkan Insentif Guru Ngaji Tahap Ke-2, Begini Kata Asep Muqtadir.

Ia menegaskan, pembangunan masjid ini sebagian besar dibiayai secara pribadi oleh keluarga pewakaf.

Ke depan, kawasan masjid juga direncanakan menjadi rest area religius, lengkap dengan area parkir dan pengembangan fasilitas pendukung, termasuk UMKM.

“Masjid ini diharapkan menjadi tempat ibadah sekaligus ruang singgah yang nyaman bagi masyarakat dan para pengguna transportasi,” ujarnya.

Dengan diresmikannya Masjid Al Lathif, masyarakat kini memiliki fasilitas ibadah representatif yang tidak hanya memperkuat nilai spiritual, tetapi juga mendukung kenyamanan publik di kawasan Padalarang. (Aa/Red)

Tinggalkan Balasan