Pemprov Jabar Salurkan Bantuan dan Percepat Penanganan Bencana Longsor Pasirlangu

Bandung Barat – WarnaJembar.com // Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus melakukan penanganan terpadu atas bencana longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Berdasarkan data sementara hingga pukul 18.27 WIB, tercatat 113 jiwa terdampak akibat kejadian tersebut. Dari jumlah itu, 23 orang berhasil diselamatkan, 9 orang ditemukan meninggal dunia, dan 79 jiwa lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Pencarian dan evakuasi korban dilaksanakan oleh unsur BPBD, TNI, Polri, Basarnas, relawan, serta pemerintah daerah, dengan mengedepankan aspek keselamatan petugas di lapangan.

Proses pencarian sementara dihentikan karena faktor cuaca dan kondisi medan, dan direncanakan akan dilanjutkan kembali pada pukul 07.00 WIB, dengan menyesuaikan situasi lapangan.

Sebagai bentuk kehadiran negara, Gubernur Jawa Barat bersama Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat meninjau langsung lokasi bencana serta berdialog dengan warga terdampak di posko pengungsian Balai Desa Pasirlangu.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp360 juta, yang diberikan kepada warga terdampak sebesar Rp10 juta per kepala keluarga, guna membantu pemenuhan kebutuhan dasar dan tempat tinggal sementara.

Pemerintah daerah juga telah mengaktifkan posko pengungsian, menyediakan logistik, layanan kesehatan, serta dukungan psikososial bagi warga terdampak. Pendirian dapur umum dan tenda layanan kesehatan terus dipercepat untuk mendukung kebutuhan para pengungsi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya dalam pengendalian alih fungsi lahan, khususnya di wilayah rawan bencana.

Sejumlah kebijakan telah dikeluarkan, termasuk penghentian sementara perizinan perumahan di kawasan berisiko longsor dan banjir, serta peninjauan ulang terhadap izin yang telah terbit guna memastikan keselamatan masyarakat.

Pemerintah mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, serta berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai upaya mitigasi bencana.

Baca Juga:  Anak Sekitar Usia 9 Tahun Tenggelam di Daerah Aliran Air Saguling (DAAS) Begini Kejadiannya

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia dan terus mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan kelancaran proses pencarian serta keselamatan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana ini. (Aa/Red)

Tinggalkan Balasan