WARNAJEMBAR.COM – Dampak bencana alam longsor di Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pihaknya antispasi dengan mengungsikan sementara warganya yang terkena dampak karena di hawatirkan ada bencana longsor susulan yang terjadi di Kampung Ciasem Cipariuk
PemDes Sukajaya mendirikan tenda posko bantuan dari kementrian sosial. Setelah pihaknya mengajukan bantuan kepada Pemda Bandung Barat. Posko di dirikan pada Minggu 1 Februari 2026.
Tenda darurat dibangun tidak jauh dari rumah mereka tapi berada di lahan datar dan aman yang dipinjamkan warga lainnya. Dengan begitu warga pun tidak terganggu dengan aktivitas sehari-hari untuk memberikan makanan ternak maupun bekerja di kebun.
Menurut keterangan. Untuk saat ini pihak korban sudah mendapatkan bantuan dari pihak masyarakat setempat, dari Desa Sukajaya, pemerintah Kecamatan, Pemkab Bandung Barat dan dari pihak BAZNAS serta dari BNPB.
Kepala Desa Sukajaya, Asep Jembar Rahmat mengatakan tenda yang didirikan berukuran 6×10 meter. Tenda tersebut difungsikan sebagai tempat istirahat utama, khususnya bagi perempuan dan anak-anak.
“Warga yang menempati tenda sebanyak 16 KK atau 45 jiwa sedangkan 15 KK lainnya mengungsi ke rumah kerabatnya dan 1 KK mengungsi ke desa tetangga,” katanya, pada hari Minggu, 1 Februari 2026.
Asep mengungkapkan pihaknya langsung mengambil langkah antisipasi untuk mengamankan jiwa masyarakat dari potensi longsor susulan. Hal itu didasarkan pada beberapa hal yang terjadi di lapangan dengan ditemukannya retakan tanah di beberapa titik.
“Kami melihat secara kasat mata ada potensi susulan dan lebih baik antisipasi daripada terjadi hal yang tidak diinginkan,”imbuhnya
Sementara pihak pemdes menunggu adanya kajian dari Geologi untuk melakukan analisa di areal bekas longsoran. Selain itu juga menunggu langkah kebijakan yang akan diambil oleh Pemkab Bandung Barat dalam menyelesaikan masalah ini.
Kami sangat menunggu kajian lapangan dari para ahli yang nantinya bisa dijadikan kebijakan dan masukan bagi pemerintah desa dan pemerintah daerah,”Terang Asep
Warga sekitar hingga saat ini tetap siaga dan waspada di wilayah. Bukan hanya hawatir longsor namun mereka menghawatirkan juga ada hal yang tidak di inginkan antisipasi pencurian terhadap rumahnya yang sekarang di tinggalkan, setelah ada kejadian kabel listrik 300 meter hilang di lokasi. (Red).






