Bandung Barat – WarnaJembar.com // Semangat solidaritas dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan gerakan buruh nasional. Keluarga besar KSPSI AGN bersama jajaran FSP KEP SPSI dari tingkat pusat hingga daerah menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak bencana longsor di Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan sosial ini digelar pada hari ke-23 pascabencana sebagai bentuk komitmen nyata serikat pekerja dalam menjalankan fungsi sosial kemasyarakatan.
Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako, kebutuhan pokok harian, serta dukungan moral bagi para korban yang masih berjuang memulihkan kondisi pascabencana.
Penyaluran bantuan dipusatkan di Posko KSPSI AGN Pasir Langu dan dipimpin langsung Ketua Umum Pimpinan Pusat FSP KEP SPSI, R. Abdullah, bersama jajaran pengurus pusat dan daerah.
Turut hadir Sekretaris PD FSP KEP SPSI Jawa Barat Edi Suherdi, Wakil Ketua I Ira Laila Budiman, serta perwakilan pengurus cabang dan unsur serikat pekerja perusahaan yang ikut berpartisipasi aktif.
Ketua PC FSP KEP SPSI Bandung Barat, Dadang Ramon, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian seluruh elemen serikat pekerja yang telah bergerak cepat membantu warga terdampak. Ia menegaskan bahwa musibah yang menimpa masyarakat Pasir Langu merupakan duka bersama seluruh keluarga besar buruh Indonesia.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh jajaran yang telah menggerakkan anggota untuk membantu. Duka warga Pasir Langu adalah duka kita semua. Solidaritas ini bukti bahwa serikat pekerja tidak hanya berjuang di bidang ketenagakerjaan, tetapi juga hadir saat masyarakat membutuhkan,” ujarnya.
Menurutnya, aksi kemanusiaan ini bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan wujud nyata nilai gotong royong dan kepedulian sosial yang menjadi prinsip dasar gerakan buruh.
Ia juga berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga serta memberi kekuatan moral agar tetap tabah menghadapi cobaan.
Posko bantuan KSPSI AGN sendiri masih terus dibuka sebagai pusat koordinasi penyaluran bantuan lanjutan dari anggota maupun pihak lain yang ingin berkontribusi.
Hal ini menunjukkan bahwa gerakan solidaritas buruh bersifat berkelanjutan, tidak berhenti pada satu kegiatan saja.
Aksi kemanusiaan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Kehadiran para relawan dan pengurus serikat pekerja dinilai memberi semangat baru bagi warga yang terdampak bencana, sekaligus menjadi contoh nyata bahwa kekuatan persatuan sosial mampu menghadirkan harapan di tengah situasi sulit.(Aa/Red)






