WARNAJEMBAR.COM – Bitcoin merasakan kenaikan harga yang signifikan, hampir hingga 300% sejak November 2022, dengan begitu menarik fokus perhatian para investor. Tetapi, indikator teknis seperti stochastic dan MACD mulai memperlihatkan tanda-tanda melemahnya tren bullish, yang mengindikasikan bahwa momentum kenaikan tersebut akan secepatnya berakhir. Penurunan overbought pada stochastic dan melemahnya histogram MACD merupakan tanda-tanda bahwa tren ini perlu diwaspadai oleh para investor.
Sejak Maret 2023, Bitcoin menghadapi tantangan dalam menembus degree $70.000, yang merupakan resistensi kuat pada grafik bulanan. Kegagalan menembus degree ini, bersama dengan sinyal teknis yang memperlihatkan potensi penurunan, telah menimbulkan kekhawatiran tentang keberlanjutan tren bullish. Meski demikian demikian, beberapa investor masih optimis, terutama jika ada perkembangan positif dalam hal adopsi institusional atau regulasi yang lebih jelas.
Meski demikian ada tanda-tanda peringatan, Bitcoin tetap menjadi aset yang sangat spekulatif dan fluktuatif. Sentimen investor masih dapat berubah positif jika ada perkembangan ekonomi makro atau dukungan regulasi yang kuat. Tetapi, penting bagi investor untuk terus memantau indikator teknis guna mengantisipasi potensi penurunan.
Secara keseluruhan, pergerakan harga Bitcoin pada This autumn 2024 akan sangat bergantung pada berbagai faktor eksternal, termasuk kondisi ekonomi global dan sentimen pasar. Dengan volatilitas tinggi dan tantangan teknis, periode ini bisa menjadi penentu arah harga Bitcoin di masa yang akan datang.
Sumber : VRITIMES