KBB – WarnaJembar.com // Wujud komitmen nyata dalam membangun dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, Bupati Bandung Barat Jeje Richie Ismail bersama Wakil Bupati Asep Ismail meluncurkan program inovatif bertajuk “Bupati Nganjang Ka Lembur”. Kegiatan perdana ini digelar di Desa Cipangeran, Kecamatan Saguling, Jumat (11/07/2025).
Program ini menjadi gebrakan baru di momentum peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat ke-18. Tidak hanya datang untuk bersilaturahmi, Bupati dan Wakil Bupati juga menginap di rumah warga, merasakan langsung suasana dan kehidupan masyarakat desa.
“Kami ingin memastikan tidak ada satupun desa di Bandung Barat yang tertinggal. Semua harus merasakan kehadiran pemerintah, pembangunan yang merata, dan pelayanan yang dekat,” tegas Bupati Jeje dalam sambutannya.
Dalam agenda ini, Bupati Jeje membawa serta seluruh Kepala Dinas dan Sekretaris Daerah Ade Zakir ke lokasi. Mereka berdialog langsung dengan warga, mendengar keluh kesah serta menyerap aspirasi tanpa perantara. Salah satu sorotan utama yang disampaikan warga adalah kondisi jalan di Saguling yang rusak parah dan membahayakan pengguna jalan.
“Kalau lewat sini, jangankan tidur di kendaraan, duduk saja bikin pusing. Ini harus segera diperbaiki. Tidak boleh ada desa yang dianaktirikan hanya karena jauh dari pusat kota,” ujar Jeje.
Kegiatan “Nganjang Ka Lembur” diharapkan menjadi forum terbuka, di mana masyarakat bisa menyampaikan aspirasi tentang berbagai hal mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi rakyat — langsung kepada pimpinan daerah.
“Kami dari pemerintah Kabupaten Bandung Barat ingin menyelesaikan masalah di sini tidak hanya dari balik meja. Semua Kepala Dinas kami ajak turun agar bisa melihat langsung persoalan yang ada dan bersama-sama mencari solusinya,” tambahnya.
Di akhir acara, Bupati Jeje mengajak masyarakat untuk ikut aktif berpartisipasi membangun wilayahnya. Menurutnya, kemajuan Bandung Barat tidak akan tercapai tanpa kolaborasi antara pemerintah dan rakyat.
“Kemajuan kabupaten ini adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita satukan langkah, jangan hanya mengeluh tapi juga ikut berperan mencari jalan keluar,” pungkasnya.
Kegiatan ini pun disambut antusias masyarakat. Warga berharap kegiatan serupa bisa terus berlanjut di desa-desa lain di wilayah Kabupaten Bandung Barat. (An/Red)