Bandung Barat – WarnaJembar.com // Kondisi ruas Jalan Cimanggu yang menghubungkan tiga kecamatan Cisarua, Cikalongwetan, dan Ngamprah kini menjadi sorotan publik.
Jalan yang selama ini menjadi jalur vital bagi aktivitas masyarakat, termasuk mobilitas para pedagang sayur, dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah dengan banyak lubang dan permukaan yang tidak lagi layak dilalui.
Keluhan warga pun kian ramai diperbincangkan, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan akses jalan yang aman dan nyaman. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi ini juga dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPTR) Kabupaten Bandung Barat, Aan Sopian, S.T., M.M., memberikan penjelasan terkait langkah yang akan diambil pemerintah daerah.
Dalam keterangannya kepada awak media, Aan menegaskan bahwa ruas Jalan Cimanggu sebenarnya sudah masuk dalam perencanaan pembangunan.
“Jalan Cimanggu ini memang sudah kami rencanakan untuk penanganannya pada tahun 2027. Perlu kami sampaikan bahwa ruas ini baru masuk dalam data kondisi jalan kabupaten pada tahun 2023, sehingga proses perencanaannya juga mengikuti tahapan prioritas yang ada,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan data kondisi jalan (DD1), terdapat banyak ruas jalan lain di wilayah Kabupaten Bandung Barat yang juga membutuhkan penanganan segera.
Oleh karena itu, penentuan prioritas dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan dan urgensi.
Meski demikian, Aan memastikan bahwa Jalan Cimanggu bukan diabaikan. Justru sejak awal, ruas tersebut telah masuk dalam daftar prioritas pembangunan yang akan direalisasikan sesuai kemampuan anggaran daerah.
“Untuk kebutuhan anggaran perbaikan Jalan Cimanggu, hasil perhitungan sementara berada di kisaran Rp5 miliar. Namun, saat ini memang belum tersedia alokasi anggarannya. Kami tetap berupaya, apabila memungkinkan dalam perubahan anggaran tahun berjalan, akan kami coba masukkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa rencana perbaikan jalan tersebut akan menggunakan konstruksi hotmix, sesuai hasil kajian teknis dari konsultan.
Namun, tidak menutup kemungkinan adanya perubahan metode konstruksi, seperti menggunakan rabat beton, apabila kondisi lapangan mengharuskan demikian.
Aan juga menekankan bahwa belum diajukannya proyek ini pada tahun sebelumnya bukan berarti diabaikan, melainkan karena masih dalam tahap perencanaan teknis yang matang. Ia memastikan bahwa rencana tersebut sudah masuk agenda tetap pemerintah daerah.
“Perencanaan sudah kami siapkan. Artinya, pembangunan jalan ini pasti akan dilaksanakan, hanya tinggal menunggu kesiapan anggaran. Kami mohon masyarakat dapat bersabar,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat pun berharap masyarakat, khususnya warga di sekitar Desa Cimanggu, dapat memahami proses perencanaan pembangunan yang harus melalui berbagai tahapan administratif dan teknis.
Di sisi lain, pemerintah juga membuka peluang percepatan jika terdapat ketersediaan anggaran pada perubahan tahun berjalan.
Dengan adanya kepastian rencana ini, diharapkan perbaikan Jalan Cimanggu dapat segera terealisasi dan kembali mendukung aktivitas ekonomi serta mobilitas warga secara optimal.(An/Red)






