KARENA TERIMA TAMU CALEG LAIN,SEORANG KETUA RT DIMARAHI DAN DIANCAM AKAN DIBERHENTIKAN OLEH SALAH SEORANG OKNUM ANGGOTA DPRD DIKBB

Ngamprah warnajembar,pemilihan anggota legislatif Akan dilaksanakan pada tahun 2019 nanti, teapi aroma persaingan diantara para calon legislatip diKBB,sudah mulai terjadi,diantaranya sepanjang jalan diwilayah Kbb, banyak terpampang gambar gambar para calon dewan Yang Akan bertarung pada pemilihan ditahun 2019 nanti.bukan itu saja, para Caleg sudah mulai mendekati masyarakat untuk mengharapkan dukungan diPileg nanti.tentunya Dari beberapa caleg ini saling berlomba untuk mendapatkan simpati masyatakat.tidak jarang menimbulkan gesekan dan perselisihan dilapangan.

Kejadian ini bermula Dari kedatangan seorang ketua RT berinisial H, disalah  satu desa diwilayah kecamatan Ngamprah (Red) ke rumah kepala desa, Pada Hari jumaat,Tanggal 16 November 2018, pukul 17.00 Sore, didampingi oleh salah seorang  wartawan Dan temannya berinisal T, maksud Dan tujuannya hendak menanyakan permasalahan Surat panggilan Dari pengadilan agama cimahi, tentang Isbat Nikah, Yang ditujukan kepada kedua orang tuanya.

Pada saat itu kepala desa tidak berada dirumah,Dan yang menemui adalah suaminya, Yang juga sebagai anggota DPRD KBB serta Akan mencalonkan lagi sebagai Caleg di 2019 nanti.

Pada mulanya pembicaraan antara anggota dewan Dan Rt, Hanya seputar Surat panggilan Dari pengadilan agama Cimahi,tapi tiba tiba oknum dewan ini, dengan nada keras menanyakan ke ketua Rt, tentang siapa saja Caleg Yang pernah mendatangi rumah ketua Rt tersebut, ” Siapa saja Caleg Yang sudah datang kerumah kamu?, Apa maksud kamu menerima mereka?? Kamu mau ngarit?RT itu tidak diperbolehkan menggiringkan masyarakat pada calon tertentu!!!memang Kamu sudah tidak membutuhkan saya?, Awas Kamu kalau suatu saat membutuhkan saya!!!, Apa Kamu Mau saya pecat sebagai ketua Rt dan kader??? Tegasnya.

Sedangkan ketua RT inisial H (red) mengatakan, ” Memang Ada dua Caleg Yang pernah berkunjung kerumah saya, maksud mereka cuma silahturahmi dan mengenalkan diri kepada Saya sebagai Caleg, ” Saya tidak pernah mengumpulkan masyarakat dan menggiring masyarakat untuk memilih mereka, pertanyaannya, apa saya salah bila ada seseorang Yang MAU berkunjung kerumah saya??Apakah harus saya usir kalau ada Caleg datang kerumah saya,??, Intinya begini,Siapa saja yang mau berkunjung kerumah, Ya, saya terima, terlepas dia Caleg atapun masyarakat,. Terus kata dewan itu MAU memecat saya,silahkan!! Saya menjadi Rt bukan dipilih Sama dewan,Saya dipilih oleh masyarakat, Jadi Yang bisa memberhentikan saya, adalah masyarakat, bukan dewan,, tegasnya.

Menurut salah seorang anggota Dprd Kbb Pieter Tjuandis, ketika dihubungi lewat telepon mengatakan, ” Didalam undang undang tidak dilarang, Rt menerima tamu seorang Caleg,Yang engga boleh adalah Jika pejabat Rt mengumpulkan dan mengarahkan masyarakatnya untuk memilih calon tertentu.

Mengenai jabatan sebagai ketua Rt,Dewan tidak memberhentikannya,,,ujarnya. (007)