Presiden RI Saksikan Langsung Capaian Surplus Pangan Kabupaten Bandung Barat

Bandung Barat – WarnaJembar.com // Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menyampaikan capaian strategis sektor pertanian daerah dalam kegiatan panen dan kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting penguatan komitmen daerah dalam mendukung Swasembada Pangan Nasional.

Dalam sambutannya, Bupati Bandung Barat menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran Presiden RI yang berkenan hadir langsung di tengah hamparan sawah produktif. Kehadiran Presiden dinilai sebagai bentuk perhatian dan dukungan nyata pemerintah pusat terhadap petani serta pembangunan pertanian di daerah.

Berdasarkan data tahun 2025, Kabupaten Bandung Barat mencatat luas panen padi sebesar 45.385 hektar dengan total produksi mencapai 310.922 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara sekitar 165.162 ton beras. Dengan kebutuhan konsumsi masyarakat sebesar 158.000 ton beras per tahun, Kabupaten Bandung Barat saat ini berada pada posisi surplus beras sekitar 7.162 ton.

Selain peningkatan produksi, produktivitas pertanian juga menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Rata-rata produktivitas lahan sawah mencapai 6,6 ton per hektar, bahkan di beberapa lokasi panen mampu melampaui angka tersebut melalui program intensifikasi pertanian, penggunaan benih unggul, serta pendampingan penyuluh pertanian secara berkelanjutan.

Indeks Pertanaman (IP) di Kabupaten Bandung Barat turut mengalami peningkatan signifikan, dari sebelumnya IP 200 menjadi IP 247, yang menunjukkan peningkatan intensitas tanam dan optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian.

Dalam upaya diversifikasi pangan, Kabupaten Bandung Barat juga mengembangkan komoditas unggulan bernilai ekonomi tinggi, di antaranya Beras Hitam Cigadog (Beas Hideung) yang berasal dari wilayah Gunung Halu, sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

Atas berbagai capaian tersebut, pada tahun 2025 Kabupaten Bandung Barat menerima penghargaan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai kabupaten dengan peningkatan persentase luas tanam terhadap luas panen sebesar 22,11 persen, dengan peringkat kedua tingkat nasional.

Baca Juga:  Silaturahmi Sekaligus Bukber Kapolres Cimahi Dengan Masyarakat Desa Wangunsari

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terus melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap sejumlah tantangan yang masih dihadapi, antara lain perbaikan infrastruktur irigasi, pemenuhan alat dan mesin pertanian pascapanen, penyediaan benih adaptif terhadap perubahan iklim, serta peningkatan kesuburan tanah di beberapa wilayah.

Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berupaya menjaga Luas Baku Sawah (LBS) seluas kurang lebih 18.351 hektar dari ancaman alih fungsi lahan.

Selain itu, pemerintah daerah mendorong digitalisasi sektor pertanian dan penguatan regenerasi petani melalui program Petani Zilenial, guna memastikan keberlanjutan pembangunan pertanian dan ketahanan pangan daerah.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia atas dukungan terhadap pembangunan infrastruktur irigasi serta bantuan sarana dan prasarana produksi pertanian.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Kabupaten Bandung Barat berkomitmen untuk terus berkontribusi sebagai salah satu penyangga pangan utama di Provinsi Jawa Barat dan tingkat nasional. (Aa/Red)

Tinggalkan Balasan