Waspada Super Flu H3N2, Kemenkes Catat 62 Kasus di Indonesia

Bandung Barat – WarnaJembar.com // Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) meningkatkan kewaspadaan menyusul terdeteksinya varian baru virus influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal di masyarakat sebagai super flu.

Berdasarkan data Kemenkes hingga 4 Januari 2026, tercatat 62 kasus infeksi yang tersebar di delapan provinsi di Tanah Air.

Sebaran kasus terbanyak berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat, sehingga wilayah-wilayah tersebut menjadi fokus pemantauan intensif pemerintah.

Varian H3N2 ini diketahui memiliki tingkat penularan yang lebih cepat dibandingkan influenza musiman pada umumnya, meski masih termasuk dalam keluarga virus influenza yang sudah dikenal tubuh manusia.

Kemenkes menilai anak-anak menjadi kelompok paling rentan, terutama mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah. Selain faktor imunitas, kondisi cuaca dan mobilitas masyarakat turut memengaruhi potensi penyebaran virus ini.

Menanggapi situasi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (Dinkes KBB) melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) menyatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus super flu H3N2 di wilayah Bandung Barat.

Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

“Secara karakteristik, H3N2 memang bagian dari virus influenza, namun penularannya cenderung lebih cepat. Pada kelompok dengan imun lemah, gejalanya bisa lebih berat dibanding flu biasa,” ujar perwakilan Dinkes KBB.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi, batuk kering, nyeri otot, dan penularan cepat dalam satu keluarga dalam waktu 2–3 hari.

Penanganan masih bersifat simptomatis, meliputi pemberian obat sesuai keluhan, istirahat cukup, serta asupan vitamin dan makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes KBB telah menginstruksikan 32 Puskesmas dan 3 RSUD di wilayahnya untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, khususnya terhadap pasien dengan gejala mirip influenza.

Baca Juga:  Kumpulan Doa Agar Lulus Ujian Sekolah, Tes Kerja serta Calon Pegawai Negeri Sipil

Koordinasi lintas sektor juga terus dilakukan, termasuk penyebaran edukasi melalui media sosial.
Dinkes KBB mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap waspada.

Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi kunci utama pencegahan, seperti rajin mencuci tangan, menggunakan masker saat sakit atau berada di lingkungan berisiko, menjaga kebersihan makanan, berolahraga, serta istirahat yang cukup.

“Virus ini menular melalui udara, sehingga etika batuk, penggunaan masker, dan menjaga kebersihan sangat penting. Masyarakat juga diharapkan segera memanfaatkan fasilitas kesehatan jika mengalami gejala flu berat,” tambahnya.

Meski Jawa Barat termasuk provinsi dengan temuan kasus super flu, pemerintah daerah menegaskan bahwa kesiapsiagaan dini dan kedisiplinan masyarakat dalam menjaga kesehatan menjadi benteng utama dalam mencegah meluasnya penyebaran virus tersebut. (An/Red)

Tinggalkan Balasan