Cisarua, WarnaJembar.com // Federasi Serikat Pekerja RTMM SPSI Kabupaten Bandung Barat menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Senin (2/2/2026).
Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana internal para anggota serikat pekerja sebagai wujud solidaritas terhadap para korban.
Ketua FSP RTMM SPSI Bandung Barat, Kiki Permana Saputra, mengatakan bantuan yang disalurkan terdiri atas uang tunai sebesar Rp17 juta serta berbagai kebutuhan pokok dan logistik hasil produksi perusahaan-perusahaan anggota.
Di antaranya minuman kemasan, makanan ringan, mi instan, minuman instan, obat-obatan, vitamin, hingga pakaian baru.
“Jika ditotal secara keseluruhan, nilai bantuan yang kami salurkan mencapai kurang lebih Rp350 juta. Ini merupakan bentuk kepedulian nyata dari para pekerja terhadap saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujar Kiki.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung Barat. Menurut Kiki, langkah tersebut diambil sebagai bentuk sinergi antara serikat pekerja dan pemerintah daerah, sekaligus untuk memastikan distribusi bantuan berjalan tertib dan tepat sasaran.
“Kami ingin menunjukkan bahwa serikat pekerja memiliki hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan dengan pemerintah. Melalui Dinas Tenaga Kerja, bantuan kemudian disalurkan langsung ke posko penanggulangan bencana,” jelasnya.
Selain menyalurkan bantuan logistik, FSP RTMM SPSI juga menyerahkan santunan tunai secara langsung kepada lima keluarga korban, termasuk satu keluarga yang kehilangan hingga 14 anggota keluarganya akibat bencana tersebut.
Sisa bantuan kemudian diserahkan ke posko, bersamaan dengan distribusi obat-obatan dan kebutuhan pokok lainnya.
Kiki menambahkan, pihaknya sengaja tidak menyalurkan bantuan langsung ke lokasi bencana untuk menghindari potensi gangguan terhadap proses evakuasi serta mencegah munculnya fenomena “wisata bencana” di tengah suasana duka warga.
Tak hanya itu, enam orang anggota SPSI yang tergabung dalam Brigade Tanggap Bencana turut diterjunkan ke lokasi sejak hari pertama kejadian untuk membantu proses penanganan darurat.
Ia menegaskan bahwa aksi kemanusiaan ini juga menjadi sarana edukasi bagi para pekerja agar terus menumbuhkan kepedulian sosial.
“Bencana bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Hari ini mereka yang tertimpa musibah, besok bisa jadi kita. Karena itu, kepedulian dan gotong royong harus terus kita jaga,” ujarnya.
Kiki berharap para korban diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini. Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan aspek lingkungan dan mitigasi risiko bencana, termasuk dalam pembangunan hunian di wilayah rawan longsor.
“Musibah ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih bijak dalam memilih lokasi tempat tinggal dan memperhatikan rekomendasi dari pemerintah maupun instansi terkait,” pungkasnya.(An/red)






