Sosial  

Ini Kata Steve Ewon Edukasi di Big Farmer

CISARUA-Warnajembar.com-Mau belajar atau mendapatkan ilmu pengetahuan tentang bagaimana bertahan hidup di dalam hutan atau di gunung, jawabannya mudah, Anda bisa mengunjungi Big Farmer di Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Seperti yang dilakukan Komunitas Sahabat Elang, yang bekerjasama dengan Big Farmer menggelar program pelatihan berupa guiding, porter dan geo wisata di Desa Kertawangi, selama tiga hari pada 28-30 Januari 2023.

Dihadiri sebanyak 25 peserta, Komunitas Sahabat Elang dan Big Farmer saling mengisi program.

Big Farmer yang diwakili oleh Steve Ewon, Kepala Desa sekaligus pegiat lingkungan hidup dan pencinta hewan liar memberikan ilmu pengetahuan tentang konsep desa wisata serta bagaimana menghadapi hewan liar ketika berada didalam hutan.

“Banyak ilmu yang akan kita dapatkan diantaranya bagaimana cara kita melayani terhadap tamu wisata yang berkonsep desa wisata, kemudian bagaimana komunikasi dengan berbahasa yang baik, kemudian bagaimana cara menolong atau membantu bila ada korban kecelakaan di kawasan wisata alam, serta bagaimana menghadapi hewan buas seperti ular, dan yang menarik adalah bagaimana cara survival didalam hutan atau gunung dengan membuat bivak, bernavigasi, pokoknya lengkap,” ujar Steve Ewon saat dikonfirmasi, Selasa 31 Januari 2023.

Big Farmer merupakan bagian dari konsep Desa Wisata Kertawangi yang digagas Kepala Desa Kertawangi, Yanto bin Surya atau kerap disapa Kang Ewon.

Menurutnya, dengan mengunjungi Big Farmer, para pengunjung atau wisatawan selain dapat menikmati keindahan asli alam pegunungan dan perkebunan masyarakat secara langsung, juga disediakan fasilitas pelatihan atau edukasi lingkungan yang dilengkapi petugas keamanan.

“Big Farmer ini adalah konsep Desa wisata yang ada di Desa Kertawangi, dengan memanfaatkan potensi sumberdaya alam dan sumberdaya manusianya secara langsung berinteraksi dengan alam dan para petani. Selain itu, kami juga menyiapkan sarana edukasi atau pelatihan bagi para pecinta alam yang gemar melakukan pendakian atau survive di dalam hutan maupun gunung, tentu dibarengi dengan kualitas instruktur dan petugas keamanan yang mumpuni,” imbuh kang Ewon.

(Red)

Post ADS 1