Bandung Barat – Warna Jembar.com // Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kabupaten Bandung Barat, Asep Dedi Setiawan, menegaskan bahwa pelantikan kepengurusan KONI Kabupaten Bandung Barat harus menjadi momentum kebangkitan olahraga prestasi menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat yang tinggal beberapa bulan lagi.
Menurut Asep Dedi, semangat yang disampaikan Ketua KONI dan Bupati Bandung Barat melalui slogan “Solid, Amanah, dan Gaskeun” harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata seluruh cabang olahraga (cabor) melalui pembinaan atlet yang terarah, berkelanjutan, dan berorientasi prestasi.
“Porprov sudah semakin dekat, tinggal sekitar empat bulan lagi. Setelah pelantikan ini, seluruh cabang olahraga harus bergerak lebih cepat dalam melakukan pembinaan atlet. Program latihan harus berjalan berkesinambungan dan terarah agar atlet-atlet Kabupaten Bandung Barat benar-benar siap menghadapi persaingan di tingkat Jawa Barat,” ujar Asep Dedi.
Ia menjelaskan bahwa saat ini berbagai program pembinaan atlet telah berjalan, mulai dari Tahap Pemusatan Umum (TPU) hingga latihan teknis yang dilakukan secara bertahap. Menjelang Porprov, intensitas latihan akan terus ditingkatkan agar kondisi fisik, mental, dan kemampuan teknik para atlet berada pada level terbaik saat bertanding.
Khusus untuk FORKI, kata Asep, pihaknya telah menyiapkan program latihan yang lebih intensif. Bahkan dalam dua hingga tiga bulan menjelang Porprov, para atlet karate akan menjalani latihan teknik secara penuh guna memaksimalkan kesiapan mereka menghadapi kompetisi.
Namun demikian, Asep menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan atlet tidak hanya bergantung pada kerja keras atlet dan pelatih. Dukungan anggaran yang memadai menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan persiapan menuju Porprov.
Menurutnya, kebutuhan peralatan olahraga masih menjadi persoalan utama yang dihadapi hampir seluruh cabang olahraga di Kabupaten Bandung Barat. Tanpa sarana dan perlengkapan yang memadai, program latihan tidak akan berjalan optimal.
“Kalau berbicara Porprov, maka yang pertama harus dipersiapkan adalah peralatan. Semua cabang olahraga membutuhkan perlengkapan yang sesuai standar. Tanpa dukungan sarana yang memadai, latihan terpadu maupun Training Center (TC) tidak akan maksimal,” katanya.
Asep berharap Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui KONI dapat memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan atlet dan cabang olahraga. Ia menilai investasi di bidang olahraga bukan hanya soal prestasi, tetapi juga membawa nama baik daerah di tingkat provinsi.
Lebih jauh, ia menyoroti besaran anggaran KONI yang saat ini dinilai masih belum ideal untuk memenuhi kebutuhan pembinaan dan persiapan Porprov. Menurutnya, anggaran sekitar Rp3 miliar akan sangat sulit mengakomodasi kebutuhan puluhan cabang olahraga yang sedang mempersiapkan atlet terbaiknya.
Karena itu, Asep mendukung langkah pengurus KONI yang akan melakukan komunikasi dan audiensi dengan DPRD Kabupaten Bandung Barat, khususnya Komisi IV, guna memperjuangkan penambahan anggaran olahraga.
“Kami berharap ada dukungan yang lebih besar dari pemerintah daerah dan DPRD. Kalau anggaran bisa ditingkatkan menjadi Rp15 miliar hingga Rp20 miliar, tentu persiapan atlet akan jauh lebih maksimal. Dengan anggaran yang memadai, kebutuhan peralatan, pemusatan latihan, transportasi, akomodasi, hingga penginapan atlet saat Porprov bisa terpenuhi dengan baik,” ungkapnya.
Meski demikian, Asep tetap optimistis target KONI Kabupaten Bandung Barat untuk menembus peringkat enam besar Porprov Jawa Barat dapat tercapai. Ia menilai target tersebut bukan sesuatu yang mustahil selama seluruh pihak memiliki komitmen yang sama dalam membangun olahraga prestasi.
“Masuk enam besar memang tidak mudah. Tidak bisa dicapai secara instan atau hanya dengan slogan semata. Dibutuhkan kerja keras, pembinaan yang konsisten, sinergi seluruh cabang olahraga, serta dukungan anggaran yang memadai. Jika semua itu berjalan seiring, saya yakin Kabupaten Bandung Barat mampu bersaing dan meraih hasil terbaik,” tegasnya.
Untuk cabang olahraga karate sendiri, Asep Dedi menargetkan FORKI Kabupaten Bandung Barat mampu menyumbangkan tiga medali emas pada ajang Porprov mendatang. Optimisme tersebut didasarkan pada kualitas atlet yang saat ini tengah dipersiapkan dan telah memiliki pengalaman serta prestasi di berbagai kejuaraan.
“Insya Allah FORKI menargetkan tiga medali emas. Atlet-atlet yang kami persiapkan memiliki potensi dan prestasi yang sudah teruji. Dengan latihan yang maksimal dan dukungan dari semua pihak, kami optimistis target tersebut bisa tercapai,” pungkas
(An/Red)






