KOTA CIMAHI – Warna Jembar.com // Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2026 yang diselenggarakan Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemen dikdasmen), resmi berakhir pada Rabu (29/7/2026).
Penutupan kegiatan berlangsung di LKP Elida’s, Taman Bukit Cibogo Blok A9 Nomor 15, RT 02/RW 17, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.
Program ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan non formal, khususnya bagi generasi muda yang tidak lagi menempuh pendidikan formal. Sebanyak 15 peserta berusia 15 hingga 24 tahun mengikuti pelatihan intensif selama 250 jam pelajaran atau sekitar 42 hari, sejak 25 Mei hingga 29 Juli 2026.
Mengusung bidang keterampilan Pastry dan Bakery, peserta tidak hanya diajarkan teknik membuat berbagai jenis roti, kue, dan produk bakery berkualitas, tetapi juga dibekali ilmu kewirausahaan, manajemen usaha, strategi pemasaran digital, pengelolaan keuangan, hingga membangun mental sebagai seorang entrepreneur.
Yang menarik, keberhasilan peserta sudah terlihat bahkan sebelum pelatihan berakhir.
Selama proses pembelajaran mereka dipercaya mengerjakan pesanan Program Jumat Berkah dari salah satu masjid sebanyak 400 boks atau sekitar 800 potong kue.
Selain itu, peserta juga sukses membuka penjualan Soft Cookies melalui sistem pre-order yang mendapat respons luar biasa dari masyarakat dengan jumlah pemesanan mencapai lebih dari seratus paket.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa metode pembelajaran berbasis praktik yang diterapkan LKP Elida’s mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi dunia usaha, bukan hanya menguasai teori.
Program PKW 2026 juga diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, di antaranya UMKM Sandy’s Cake, Salsa Bakery, Bank BJB, Bank Mandiri, serta PT Dwimora Digital Solution yang memberikan pembekalan mengenai pemasaran digital.
Sinergi antara lembaga pelatihan, dunia usaha, sektor perbankan, dan industri digital tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan.
Pimpinan LKP Elida’s, Elida Hafni, S.E., mengatakan bahwa Program PKW merupakan amanah pemerintah untuk mencetak generasi muda yang memiliki keterampilan sekaligus mampu mandiri secara ekonomi.
Ia menjelaskan, setelah menyelesaikan pelatihan, seluruh peserta diwajibkan menjalankan usaha selama kurang lebih satu tahun.
Selama masa pendampingan tersebut, pemerintah memberikan bantuan berupa bahan baku dan peralatan usaha, bukan dalam bentuk uang tunai, sehingga peserta benar-benar didorong untuk membangun usahanya secara berkelanjutan.
Menurut Elida, pendampingan tersebut juga melibatkan pelaku UMKM dan pihak perbankan agar para lulusan memperoleh akses pembinaan, jejaring usaha, serta peluang pengembangan bisnis yang lebih luas.
LKP Elida’s sendiri telah berdiri sejak tahun 2010 dan kini memasuki usia ke-16 tahun. Selama itu pula lembaga terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelatihan melalui tenaga instruktur profesional dan kurikulum yang menyesuaikan kebutuhan dunia usaha.
Elida berharap pemerintah dapat terus meningkatkan dukungan terhadap program serupa, termasuk penambahan kuota peserta agar semakin banyak anak muda yang memperoleh kesempatan belajar keterampilan dan menjadi wirausaha mandiri.
Sementara itu, Penilik Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Ahmad Julaeni, M.Pd., menyampaikan bahwa LKP Elida’s merupakan salah satu lembaga binaan yang kembali dipercaya melaksanakan Program PKW Tahun 2026.
Menurutnya, kepercayaan tersebut menunjukkan kualitas penyelenggaraan pelatihan yang baik serta konsistensi lembaga dalam membina masyarakat melalui pendidikan non formal.
Ia berharap program ini terus menjadi solusi dalam menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja dan jumlah wirausaha baru di Kota Cimahi.
Salah seorang peserta, Kirani Sekar, mengaku memperoleh pengalaman yang sangat berharga selama mengikuti pelatihan. Selain belajar memproduksi berbagai jenis pastry dan bakery, ia juga mendapatkan pengalaman langsung memasarkan produk, menghitung harga jual, memahami digital marketing, hingga melayani konsumen.
Baginya, pengalaman menerima pesanan dalam jumlah besar menjadi motivasi untuk membangun usaha sendiri setelah lulus. Ia berharap ilmu yang diperoleh mampu menjadi bekal untuk meningkatkan perekonomian keluarga sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
Sebagai penguji sekaligus pelaku UMKM, Rukmiati, pemilik Sandy’s Bakery, memberikan apresiasi terhadap kemampuan para peserta.
Menurutnya, dalam waktu pelatihan yang relatif singkat, mereka mampu menghasilkan produk berkualitas, inovatif, dan memiliki daya saing. Ia optimistis para lulusan memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) maupun Industri Kecil Menengah (IKM) karena telah dibekali keterampilan teknis sekaligus kemampuan mengelola usaha.
Melalui Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2026, LKP Elida’s kembali membuktikan bahwa pendidikan non formal memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang terampil, kreatif, mandiri, serta siap menciptakan lapangan kerja baru.
Keberhasilan peserta memperoleh pesanan selama masa pelatihan menjadi bukti bahwa keterampilan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar dan memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (red)






