Keterangan Program STB (SetTopBox) di KBB Dua Dinas diduga Saling Menyudutkan

KBB – warnajembar.com, keterangan Program Pemerintah Pusat terkait bantuan perihal informasi publik berupa perangkat Alat siaran TV digital  yang bernama STB ( Set Top Box ) yang di lahirkan oleh Kementrian Komunikasi dan  Informatika Republik Indonesia lintas tingkat masing-masing daerah yang di peruntukan bagi warga penerima manfaat  sebagai bentuk migrasi dari TV Analog ke TV Digital.

Hasil dari pada investigasi beberapa awak media di Kabupaten Bandung Barat (KBB), sangat di sayangkan sama sekali,program tersebut di laksanakan dengan cara di bagikan kepada penerima tertentu saja dan tidak tepat sasaran juga terkesan tidak berdasarkan pengajuan masyarakat miskin.

Bagaimana terjadi transfaransi publik jika system yang di terapkan tidak mendengarkan aspirasi dan keinginan dari pihak masyarakat menengah ke bawah.

Bahkan hasil dari audensi beberapa rekan media serta ormas dan LSM pada 2 hari berturut – turut hingga hari Kamis 8/12/2022 keterangan terkait STB  antar ke dua belah pihak dinas atau instansi terkait sangat bertolak belakang dan di duga seperti saling  menyudutkan antara satu sama lain.

Kadis Diskominfotik kabupaten Bandung Barat di ruangan nya Diskominfotik Siti Ansoriah menerangkan kepada perwakilan beberapa  awak media “bahwasan nya Tugas kami hanya sebatas memberikan informasi tidak turun langsung kelapangan, bahkan data yang berhak mendapat kan STB tersebut di dapat dari DisDukcapil KBB dan yang mendistribusikan nya pihak ke tiga ( Fendor ) jadi dalam hal ini kami tidak tau menau” ujar Siti.

“Sedangkan sebanyak kurang lebih 43800 STB yang di bagikan kemasyarakat itu tepat sasaran atau tidak kami tidak tahu,tugas kami hanya memberikan informasi” tambah Siti ke pihak media.

Aam ( Ahmad Bahtiar ) Kepala Bidang Informasi Publik Diskominfotik kabupaten Bandung Barat  menjelaskan  “Saat itu kami di undang oleh Kementrian Kominfo terkait program ASO untuk Kabupaten Bandung Barat,dalam undangan tersebut nampak hadir dari instansi lain kabupaten bandung barat  yaitu Dinas Kependudukan dan catatan sipil serta DPMD” Ungkapnya.

Baca Juga:  Begini Pesan Agus Rudianto Camat Cihampelas Terkait 10 Kepala Desa Hanya 9 yang di Perpanjang Jabatannya

Aam pun menjelaskan “Dalam pertemuan tersebut tidak ada sama sekali kami di lihat kan STB itu seperti apa bentuk nya,merk nya,warna nya atau spek lain nya”. Tambah aam.

Program tersebut di sebut ASO ( Analog Switch Off ) dalam hal ini pembagian gratis sebuah alat STB,apa itu STB?
STB ( Set Top Box ) adalah sebuah alat untuk membantu masyarakat dalam mendapat kan informasi publik yang sudah menjadi hak setiap masyarakat dalam mendapat kan hak pemberitaan media modern yaitu perubahan siaran analog ke digital system.

Penjelasan kadis kominfotik system pendistribusian ke masyarakat seperti apa apakah atau gimana mereka tidak tahu dan kurang faham, pihak dinas tau hanya Dor To Dor.

“Siapa yang membagikan ke masyarakat penerima manfaat juga kami tidak tahu,yang kami tahu bahwa pembagian tersebut melalui vendor, kami pun tidak Kenal dengan Vendor apalagi bertemu,yang dinas tahu bahwa vendor penunjukkan langsung oleh pihak  kementrian komunikasi dan Informatika” tegas aam

Aam pun menutup pembicaraan dengan jelas “Yang kami ketahui hanya masyarakat penerima manfaat data nya di dapat dari P3KE” ungkapnya.

Sementara itu keterangan berbeda disampaikan kepala bidang kelembagaan dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa  (PMD) KBB, ( Dewi Andani ) “bahwa  saat itu kami di hubungi oleh pihak Diskominfotik untuk dapat memfalitasi pertemuan antara vendor  dan Diskominfotik dengan masyarakat,dalam rangka sosialisasi perihal pembagian STB ke masyarakat” ujar dewi

Selain itu Dewi pun menjelaskan “bahkan saat itu masyarakat dan pihak DPMD sempat mempertanyakan kepada Vendor terkait keabsahan data yang di pegang oleh vendor dan di dapat dari siapa, Namun vendor tetap tidak mau memberikan informasi perihal data tersebut” jelas dewi.

Baca Juga:  Hengki Kurniawan Lepas Gathering Touring di HUT Pokja Wartawan KBB ke 13

Bahkan setelah pertemuan tersebut pihak dinas DPMD Dewi andani mengatakan sama sekali tidak tau menau perkembangan progam tersebut.

Pada saat ke dua dinas terkait di tanyai beberapa awak media tentang vendor maupun pihak ke 3 nya, pihak dinas tersebut mengatakan tidak tau dan tidak mengenalnya seolah-olah seperti di tutup tutupi oleh pihak dinas tersebut. *Red/Anne