Mubes I P4KBB: Mengawal Bandung Barat di Usia 19 Tahun, Yacob Anwar Lewi Kembali Nahkodai Perjuangan Rakyat

Bandung Barat – Warna jembar.com //  Persatuan Peduli Perjuangan Pemekaran Kabupaten Bandung Barat (P4KBB) siap menggelar Musyawarah Besar (Mubes) I pada Minggu, 14 Juni 2026, di kawasan Pacuan Kuda Pakuhaji, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan yang akan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai itu menjadi momentum penting untuk memperkuat peran organisasi dalam mengawal pembangunan daerah sekaligus merefleksikan perjalanan Kabupaten Bandung Barat yang telah memasuki usia ke-19 tahun.

Ketua Panitia Mubes I P4KBB, Eber NH, SH, mengatakan seluruh tahapan persiapan telah berjalan dengan baik sejak dibukanya proses penjaringan calon ketua pada 22 Mei 2026 lalu. Menurutnya, Mubes kali ini tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menjadi ruang refleksi bersama bagi para tokoh pemekaran, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat Bandung Barat.

“Dalam kegiatan ini terdapat beberapa agenda utama, yaitu pelaksanaan Mubes I P4KBB, pengukuhan ketua terpilih hasil penjaringan panitia, serta peringatan Hari Ulang Tahun ke-19 Kabupaten Bandung Barat. Ini bukan hanya agenda organisasi, tetapi momentum untuk melihat kembali perjalanan Bandung Barat dari masa perjuangan hingga hari ini,” ujar Eber.

Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan aspirasi yang berkembang di internal organisasi, mayoritas pengurus dan anggota masih menginginkan Yacob Anwar Lewi untuk kembali memimpin P4KBB. Karena itu, dalam kegiatan tersebut Yacob Anwar Lewi direncanakan akan dikukuhkan kembali sebagai Ketua P4KBB untuk periode kedua.

Mengusung tema “Revitalisasi Struktur Sebagai Perwujudan Visi dan Misi Organisasi dalam Rangka Menjadi Mitra Strategis dan Kontrol Sosial Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat yang Amanah”, P4KBB menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari pembangunan daerah sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.

Baca Juga:  Hut Gabungan,Ormas,Okp,LSM, Ke - 4 di Hadiri Bupati KBB Hengky Kurniawan

Menurut Eber, keberadaan P4KBB bukan sekadar organisasi perkumpulan tokoh masyarakat. Di dalamnya berhimpun para pejuang pemekaran, tokoh pendiri Bandung Barat, aktivis, akademisi, serta masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap masa depan Kabupaten Bandung Barat.

“P4KBB hadir untuk memberikan dukungan kepada pemerintah daerah, tetapi juga menjadi kontrol sosial yang konstruktif. Masih banyak program pembangunan yang harus dikawal bersama agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Hingga saat ini, panitia telah mendata sekitar 80 peserta dari unsur pengurus dan anggota. Selain itu, panitia juga akan mengundang Bupati Bandung Barat, jajaran kepala dinas, DPRD, Forkopimda, tokoh pemekaran, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan (Ormas), organisasi kepemudaan (OKP), LSM, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Eber menjelaskan bahwa P4KBB merupakan organisasi yang fokus untuk Kabupaten Bandung Barat dan tidak memiliki cabang di daerah lain. Hal itu karena organisasi tersebut lahir dari semangat perjuangan masyarakat Bandung Barat untuk mengawal cita-cita pemekaran daerah.

“P4KBB hanya fokus untuk Bandung Barat. Organisasi ini lahir dari kepedulian para tokoh terhadap daerahnya sendiri. Karena itu kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memikirkan dan mendorong kemajuan Bandung Barat ke depan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal P4KBB, Daswan Muda, menilai Mubes I menjadi momentum refleksi yang sangat penting agar Kabupaten Bandung Barat tidak keluar dari cita-cita awal pemekaran yang diperjuangkan para pendiri daerah.

Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah, mulai dari infrastruktur jalan yang belum merata, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, hingga persoalan pendidikan yang masih menjadi keluhan masyarakat.

“Kita tentu mengapresiasi berbagai capaian pemerintah daerah. Namun di sisi lain, masih ada persoalan yang harus dibenahi. Jalan rusak masih ditemukan di sejumlah wilayah, pelayanan kesehatan perlu ditingkatkan, dan sektor pendidikan juga membutuhkan perhatian serius. Semua itu harus menjadi bahan evaluasi bersama,” ujar Daswan.

Baca Juga:  Inggris dan Indonesia mengorbitkan program perdagangan hutan, pertanian dan berkelanjutan (cepat) untuk memperkuat perdagangan komoditas berkelanjutan

Ia menegaskan bahwa P4KBB akan terus menyuarakan aspirasi masyarakat dan mengawal kebijakan pemerintah agar pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

“Harapan kami sederhana, yaitu pelayanan publik semakin baik, pembangunan semakin merata, dan kesejahteraan masyarakat meningkat. P4KBB akan tetap berada di jalur perjuangan sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus kontrol sosial demi kemajuan Kabupaten Bandung Barat,” katanya.

Melalui Mubes I dan pengukuhan kepemimpinan yang baru, P4KBB berharap dapat memperkuat konsolidasi organisasi serta melahirkan gagasan-gagasan konstruktif untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di Kabupaten Bandung Barat.

Momentum 19 tahun usia Kabupaten Bandung Barat diharapkan menjadi titik refleksi bersama agar daerah ini terus berkembang, mampu bersaing dengan daerah lain, dan tetap berjalan sesuai cita-cita para pejuang pemekaran yang menginginkan Bandung Barat menjadi daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera. (An/Red)

Tinggalkan Balasan