BANDUNG BARAT – warnajembar.com // Warga Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat (KBB) Kecewa dan keluhkan bau sampah dari pasar cililin. Bukan hanya kasus bau saja ada hal kecewa yang mendalam terkait beberapa rumah pribadi yang di janjikan pihak Pemkab Bandung Barat akan di relokasi dan tempat tersebut rencana akan di jadikan aset pemerintah.
Namun sekitar 8 Rumah yang akan di bebaskan pihak Pemda, sudah beberapa tahun hingga sekarang belum ada realisasi, bahkan 8 rumah tersebut sudah kosong lapuk di tinggalkan pemiliknya.
Salah satu warga pemilik rumah menjelaskan dari 8 rumah tinggal sisa 7 rumah, karena yang satu sudah di bebaskan oleh pihak Pemda. keadaan yang 7 rumah terbengkalai hingga terlihat hampir tertimbun sampah pasar cililin. Selasa 12 Mei 2026.
“Rumah pas belakang pasar cililin satu rumah sudah di beli Pemda waktu bupati Sebelumnya sekitar 120 jutaan. Nah di 2005 kemarin warga protes terkait bau sampah yang menyengat, dulu sempat di akomodir sama pak Riki kadis indag, kebijakan sementara hanya untuk sewa rumah saja dianggarkan 9 juta pertahun,” Jelas nya.
Dikarenakan lahan harus segera kosong. Setelah sepakat antara dinas dan warga maka di berikan kompensasi sebesar 9 juta per KK oleh Disperindag untuk sewa rumah lain.
“Ya akhirnya semua pindah karena di suruh sewa rumah oleh dinas dengan anggaran yang di berikan dari Disperindag, katanya sementara ngontrak dulu sebelum ada pembayaran dari pemerintah Bandung Barat,” Ucap warga pemilik rumah.
Warga masih pertanyakan nasibnya, menurut korban masih belum ada kabar hingga sekarang untuk memperpanjang sewa tempat, jadi warga hawatir kelanjutannya akan bagai mana.
“Keluh kesah warga kesatu harga minta sewa rumah naik, karena harga kontrakan naik. Kedua rumah yang kosong mau di relokasi untuk sampah dan sudah hancur sedangkan kalo mau balik ke rumah awal harus ada perbaikan total sempat juga kami mau ngadu ke Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM),” Tegasnya
Sebelumnya untuk harga sewa rumah sudah pernah pemilik mengajukan naik harga kontrakan, namun dari pihak Disperindag penganggarannya tetap 9 juta tidak lebih. Pemilik rumah mencoba kompirmasi ke kepala UPT H. Momon jawaban hal yang sama dengan dinas. Malah menurut warga ada ucapan yang kurang enak dari kepala UPT pasar cililin.
“Kenapa kalo mau kompirmasi ke dinas bukan sama saya atuh,” kata Momon kepala UPT pasar cililin via telepon WhatsApp nya
Para pemilik rumah berharap harga sewa naik dan pengen cepat-cepat di bayar rumahnya oleh pihak pemerintah Kabupaten Bandung Barat khususnya dinas terkait dan bilamana tidak ada titik temu pihak korban rencananya akan mengadu ke Kang Dedi Mulyadi (KDM).
“Selain mengajukan ke dinas kami juga sempat mengajukan lewat Instagram (IG) Bupati KBB Jeje namun tidak ada respon sampai saat ini belum ada jawabannya. Padahal dulu bupati jeje mengatakan target pekerjaan utama nya, tapi di tunggu-tunggu tidak kunjung ada jawaban yang pasti,” Tandas korban.
Perjanjian Disperindag 8 rumah tersebut akan di beli di jadikan aset Pemda dan peruntukannya untuk tempat sampah pasar cililin. Namun hingga sekarang belum ada realisasi pembelian hanya di beri uang 9 juta untuk mengosongkan rumah agar pemilik ngontrak.
Saat di konfirmasi oleh pihak media warnajembar.com ke Disperindag KBB. Pihaknya menjelaskan bahwa akan di perpanjang sewa 7 rumah yang di relokasi.
“Kemarin memang ada kesalahan di rekening dan pihak dinas juga jadi temuan oleh Badan Pengawasan Keuangan (BPK) karena salah penulisan seharusnya di tuangkan untuk sewa kantor bukan sewa rumah, terkait 7 rumah akan di perpanjang menunggu kepala dinas yang lagi cuti,” Terang Wandi PLT Kabid. Via telepon WhatsApp nya.
Wandi juga menjelaskan bahwa penggantian untuk 7 bangunan dan tanah milik warga ada di Dinas lain untuk Disperindag hanya bisa memperpanjang sewa rumah saja. **Red






