Bappelitbangda Bandung Barat Tancap Gas Wujudkan Daerah Inovatif, Matangkan Strategi IID dan KIJB 2026

Bandung Barat – Warna jembar.com //  Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) semakin memantapkan langkah menuju daerah yang inovatif.

Hal itu ditandai dengan digelarnya kegiatan koordinasi pelaksanaan Indeks Inovasi Daerah (IID) dan Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) Tahun 2026, sebagai upaya memperkuat budaya inovasi di seluruh perangkat daerah.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas Surat Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri Nomor 400.10.11/1887/BKSDN tentang Pengukuran dan Penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID) serta Pemberian Penghargaan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026, sekaligus Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 76/LB.08/BP2D mengenai pelaksanaan Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) Tahun 2026.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappelitbangda Kabupaten Bandung Barat, Drs. Rambey Solihin Parulian, M.Si., menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan Kabupaten Bandung Barat menghadapi penilaian IID tingkat nasional dan KIJB tingkat Provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, dari 107 inovasi daerah yang telah ditetapkan melalui SK Bupati Tahun 2025, Bappelitbangda melakukan penjaringan dan seleksi hingga mengerucut menjadi sekitar 25 inovasi terbaik yang dinilai memiliki potensi untuk mengikuti kedua ajang tersebut.

“Kami menargetkan nilai Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Bandung Barat dapat meningkat dari skor 47,02 menjadi di atas 50. Target ini penting agar posisi Bandung Barat semakin kompetitif di tingkat Jawa Barat dan terus bergerak menuju kategori daerah inovatif,” ujarnya.

Ia menambahkan, mulai pekan depan tim akan melakukan verifikasi terhadap seluruh dokumen inovasi berdasarkan indikator yang telah ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Selama tiga tahun terakhir, capaian Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Bandung Barat terus menunjukkan tren positif. Skor IID meningkat dari 39,07 pada 2023, menjadi 42,02 pada 2024, dan kembali naik menjadi 47,02 pada 2025.

Baca Juga:  Giat Police Goes To School Polsek Lembang Di SMK PPN

Capaian tersebut menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas inovasi di berbagai sektor pelayanan publik.

Dalam penilaian IID Tahun 2026, setiap inovasi akan dievaluasi berdasarkan 20 indikator utama, di antaranya regulasi inovasi, dukungan sumber daya manusia, anggaran, pemanfaatan teknologi informasi, kolaborasi lintas sektor, jejaring inovasi, sosialisasi, kemudahan layanan, penyelesaian pengaduan masyarakat, monitoring dan evaluasi, hingga manfaat nyata yang dirasakan masyarakat serta penyajian video inovasi.

Selain mengejar peningkatan skor IID, Kabupaten Bandung Barat juga menargetkan prestasi pada Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) 2026.

Sebelumnya, salah satu sekolah di Kecamatan Cihampelas berhasil meraih Juara II tingkat Provinsi Jawa Barat, sehingga diharapkan capaian tersebut dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.

Rambey menegaskan bahwa inovasi bukan sekadar untuk mengikuti perlombaan. Lebih dari itu, inovasi harus menjadi budaya kerja di setiap perangkat daerah agar mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat penyelesaian berbagai persoalan masyarakat, dan mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Ia juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Bandung Barat telah membangun jejaring inovasi dengan sejumlah daerah, seperti Kabupaten Subang, Kabupaten Bogor, Kota Sukabumi, dan Kota Banjar.

Melalui kolaborasi tersebut, berbagai inovasi yang lahir di Bandung Barat mulai direplikasi oleh daerah lain sebagai praktik baik dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Melalui penguatan kolaborasi, peningkatan kualitas inovasi, serta keterlibatan akademisi, dunia usaha, media, komunitas, dan masyarakat, Bappelitbangda optimistis Kabupaten Bandung Barat mampu terus meningkatkan skor Indeks Inovasi Daerah sekaligus mewujudkan pelayanan publik yang semakin cepat, efektif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (An/Red)

Tinggalkan Balasan