Bandung Barat – WarnaJembar.com // Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus mendorong penguatan peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Integrasi Layanan Primer (ILP) sekaligus penyaluran bantuan operasional bagi TP Posyandu Desa dan Posyandu se-Kecamatan Cisarua.
Kegiatan tersebut berlangsung di GOR Bulu Tangkis Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam memperkuat kualitas pelayanan masyarakat melalui peningkatan kapasitas kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan di tingkat desa dan kewilayahan.
Camat Cisarua, Iwan Mustawan Azis, menegaskan bahwa hadirnya Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 menjadi momentum penting dalam transformasi Posyandu di Indonesia.
Regulasi tersebut menempatkan Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa yang memiliki fungsi strategis dalam mendukung pelaksanaan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Menurutnya, Posyandu saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi telah berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat yang mencakup berbagai sektor pembangunan.
“Posyandu kini menjadi wadah pelayanan yang lebih luas dan terintegrasi. Melalui Integrasi Layanan Primer, seluruh pelayanan kesehatan dilakukan berdasarkan siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, usia produktif hingga lansia. Ini merupakan langkah besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, transformasi tersebut merupakan bagian dari reformasi pelayanan publik yang bertujuan mendekatkan layanan kepada masyarakat sekaligus memastikan seluruh warga memperoleh akses pelayanan dasar yang berkualitas.
Sementara itu, Ketua Posyandu Kabupaten Bandung Barat, Shahnaz Sadiqah Jeje Ritchie Ismail, yang diwakili Kepala DPMD Kabupaten Bandung Barat, Dudi Supriadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader Posyandu yang selama ini telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam melayani masyarakat.
Menurutnya, peran kader sangat menentukan keberhasilan berbagai program kesehatan dan pembangunan sosial di tingkat desa.
“Bimbingan teknis ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kompetensi kader Posyandu dalam menjalankan pelayanan berbasis Integrasi Layanan Primer. Dengan peningkatan kapasitas ini, diharapkan kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan sesuai dengan standar pelayanan terbaru,” katanya.
Dudi menegaskan, kader Posyandu bukan hanya relawan pelayanan kesehatan, tetapi juga agen perubahan yang memiliki kontribusi besar dalam menciptakan masyarakat yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.
Ia berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama pelatihan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di wilayah masing-masing sekaligus mendukung terwujudnya Bandung Barat yang AMANAH.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang DPMD Kabupaten Bandung Barat, Ria Anjani, menjelaskan bahwa Indonesia saat ini sedang menjalankan Transformasi Sistem Kesehatan Nasional dengan fokus utama pada penguatan layanan primer.
Menurutnya, paradigma pelayanan kesehatan kini telah bergeser dari pendekatan kuratif atau pengobatan menjadi pendekatan promotif dan preventif yang mengedepankan pencegahan penyakit serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Posyandu memiliki posisi yang sangat strategis dalam transformasi ini. Kehadirannya menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak hanya menangani persoalan kesehatan, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas hidup warga melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.
Ria menambahkan, Posyandu saat ini menjadi wadah pelaksanaan enam layanan dasar yang meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, hingga bidang sosial.
Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, Tim Penggerak PKK, puskesmas, kader Posyandu, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor utama dalam mewujudkan pelayanan yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.
Melalui kegiatan Bimtek dan penyaluran bantuan operasional ini, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berharap Posyandu mampu semakin berperan sebagai pusat pelayanan masyarakat berbasis komunitas yang modern, profesional, dan adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Transformasi Posyandu menuju Integrasi Layanan Primer diharapkan menjadi langkah strategis dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul menuju Bandung Barat yang maju, sehat, dan sejahtera. (**An)






