Wooow Ngeri Hingga Muat Hampir 10 Unit motor Lintas Sungai Saguling Pakai Rakit Bambu

BATUJAJAR-warnajembar.com Sehubungan belum adanya bantuan dari pihak Pemerintah untuk akses jalan jembatan, maka warga gotong royong patungan membuat Rakit dari bambu untuk penyebrangan melintasi  Daerah Aliran Sungai Saguling (DASS) yang di kelola oleh Indonesia Power (IP).

Hal tersebut berada di daerah Kp. Sekecengek RW 08 Ds. Cangkorah Kec. Batujajar Kabupaten Bandung Barat (KBB), warga di daerah tersebut melibatkan 1 RW terpaksa inisiatif Bersuwadaya untuk membuat sebuah rakit penyebrangan yang terbuat dari bahan bambu dan di bantu oleh pihak Desa setempat.

Asep (38) salah satu warga menerangkan “Ya kampung kami dari dulu hingga sekarang tahun 2021 belum memiliki akses jalan untuk melintas karena terhalang oleh dampak daerah aliran sungai Saguling yang membentang panjangnya sekitar 150 meteran”. Ujarnya.

Sebetulnya pihak Desa dan masyarakat, sudah mengajukan untuk akses tersebut ke pihak pemerintah maupun ke pihak perusahaan melalui CSR akan tetapi belum ada tanggapan hingga sekarang.

Akses jalan jembatan tersebut, menghubungkan beberapa Desa dan antar Dusun serta beberapa puluh RW, yang sudah di pastikan akan melintas.

“yang di harapkan oleh masyarakat sangatlah di butuhkan akses jalan jembatan tersebut, karena kami sangat terisolir sekali, dan berharap kepada pihak pemerintah manapun ke tingkat perusahaan melalui CSR nya karena kampung kami sekitar dari tahun 1982 hingga sekarang termasuk yang terkena dampak perusahaan juga, menurut kami hanya ini adalah jalan satu-satunya yang bisa menembus dan meng akses ke tingkat tujuan yang paling dekat” Tambah Asep dengan Tegas.

Selain itu, kampung terisolir karena akses jalan yang terhalang oleh lapang tembak TNI yang sewaktu-waktu ada latihan dan akses jalan sudah pasti di tutup (portal), karena demi menjaga keselamatan warga, untuk jalan kami hanya satu-satunya melintas ke genangan air Saguling tersebut. Ungkap Asep.

Pada ahirnya sambil menunggu bantuan dari pihak pemerintah, warga sementara membuat rakit bambu yang bisa menampung hingga 10 unit kendaraan sepedah motor, di batu dari pemerintah Desa setempat. (*red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *