Bandung Barat – WarnaJembar.com // Kegiatan Roadshow KPU dan Pendidikan Politik yang digelar bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bandung Barat mendapat sambutan positif dari jajaran Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bandung Barat.
Kegiatan tersebut berlangsung di Akasia, Kecamatan Padalarang, Selasa (19/5/2026), sebagai bagian dari penguatan demokrasi dan persiapan menuju Pemilu 2029 mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal PAN Kabupaten Bandung Barat, Asep Mulsim Sugilar, menyampaikan apresiasi kepada KPU Kabupaten Bandung Barat yang dinilai aktif membangun komunikasi politik dengan partai-partai politik melalui program roadshow dan pendidikan politik.
Menurutnya, langkah yang dilakukan KPU menjadi ruang penting bagi partai politik untuk memahami skenario daerah pemilihan (dapil), perkembangan data pemilih, hingga strategi demokrasi yang akan digunakan pada Pemilu 2029 maupun kemungkinan pelaksanaan pemilu berikutnya pada 2031 sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Asep menjelaskan bahwa dalam struktur partai terdapat pembagian tugas yang jelas antara sekretariat, fraksi, pimpinan partai, hingga pengurus tingkat kecamatan dan ranting. Karena itu, setiap kebijakan maupun langkah strategis partai harus berjalan sesuai aturan organisasi dan mekanisme internal partai.
“Pada prinsipnya kami melakukan apresiasi kepada KPU karena hari ini melakukan roadshow sekaligus sosialisasi terkait skenario dapil. Ini penting karena ada tujuh kriteria penataan dapil dan prinsip bahwa satu suara memiliki nilai yang sama. Dengan adanya kegiatan ini, PAN bisa melakukan analisa strategis untuk menentukan langkah politik ke depan,” ujarnya.
Ia menilai, pendidikan politik seperti ini bukan hanya memberikan pemahaman teknis kepemiluan, tetapi juga membantu partai politik membaca dinamika pertumbuhan penduduk dan potensi perubahan konfigurasi politik di Kabupaten Bandung Barat.
Selain membahas dapil, PAN juga menyoroti pentingnya pembaruan data pemilih yang secara berkala dilakukan oleh KPU. Menurut Asep, pembaruan data pemilih setiap enam bulan menjadi faktor penting dalam menentukan arah kebijakan pemilu ke depan.
Ia menyebutkan bahwa jumlah penduduk Kabupaten Bandung Barat saat ini berada di kisaran 1,9 juta jiwa.
Angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah sekitar 2,5 hingga 3 persen setiap tahunnya. Pertumbuhan penduduk tersebut nantinya akan memengaruhi jumlah pemilih, nilai kursi per dapil, hingga kemungkinan perubahan wilayah daerah pemilihan.
“Kalau pemilu dilaksanakan tahun 2029 maka basis data yang digunakan kemungkinan data tahun 2027. Tetapi kalau pelaksanaannya 2031 maka kemungkinan memakai basis data tahun 2029. Itu yang harus dipahami bersama oleh seluruh partai politik,” katanya.
Asep juga menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan terkait perubahan dapil di Kabupaten Bandung Barat. Menurutnya, penentuan dapil akan menjadi hasil pembahasan bersama antara KPU dan partai politik dengan mempertimbangkan jumlah penduduk serta proporsionalitas kursi.
Ia mengatakan, apabila dapil tidak berubah maka konsekuensinya nilai jumlah suara per kursi akan semakin besar seiring meningkatnya jumlah penduduk. Namun jika nantinya terdapat perubahan dapil, maka hal tersebut akan bergantung pada kesepakatan seluruh pihak dalam forum resmi yang dibentuk KPU.
Dalam kesempatan itu, PAN Bandung Barat juga menyatakan optimisme untuk meningkatkan jumlah kursi DPRD pada Pemilu mendatang. Asep menegaskan bahwa target penambahan kursi menjadi arahan langsung dari struktur partai mulai dari DPP hingga DPW PAN.
“Semua partai tentu memiliki orientasi untuk bertambah kursi. PAN Bandung Barat juga demikian. Dengan kepengurusan baru dan potensi kader yang ada, kami optimistis bisa meningkatkan kekuatan politik di legislatif,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberadaan kader PAN di eksekutif menjadi modal penting untuk memperkuat konsolidasi partai di tingkat akar rumput. Karena itu, PAN Bandung Barat akan memaksimalkan potensi organisasi dan mesin partai hingga tingkat kecamatan dan desa demi menghadapi kontestasi politik mendatang.
Roadshow KPU dan Pendidikan Politik ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas demokrasi di Kabupaten Bandung Barat, sekaligus membangun kesadaran politik masyarakat dan partai politik agar Pemilu 2029 dapat berlangsung lebih matang, transparan, dan demokratis. (An**)






